Wartaniaga.com, Amuntai – Penyebaran Virus Corona sepertinya tidak mereda bahkan belum bisa dihentikan, hal ini terlihat semakin tingginya angka penderita Covid-19 baik secara global ataupun nasional. Namun demikian pasien sembuh juga mengalami kenaikan yang tentunya juga memberikan dampak psikologi terutama bagi pasien dan keluarganya.
Seperti yang dialami oleh Siti Aminah, salah satu pasien sembuh Covid-19 yang berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan merupakan salah satu petugas kesehatan yang mengabdi di salah satu puskesmas di HSU yang sempat diisolasi di Bapelkes Banjarbaru karena dinyatakan positif terpapar Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG) setelah Pamerintah Kabupaten HSU melakukan rapid dan swab tes kepada para ASN beberapa waktu yang lalu.
Melihat aktivitas Aminah sebagai tenaga kesehatan rasanya sesuatu yang luar biasa dirinya terpapar Covid-19, mengingat selama menjalankan tugas dia selalu mengutamakan keselamatan kerja dengan mematuhi protokol kesehatan.
“Saya sempat tidak percaya dan tidak percaya setelah tahu hasil rapid dan swab tes yang telah dilakukan beberapa saat lalu. Seingat saya, rasanya saya telah mematuhi prosedur kesehatan baik saat bertugas ataupun saat di rumah berkumpul keluarga, bermacam perasaan ada di diri saya, namun saya sadari mungkin ini adalah resiko yang harus saya terima karena pekerjaan ini menuntut saya harus berinteraksi secara langsung, harus bersentuhan dengan orang, termasuk orang yang menyebarkan virus ini ke saya, baik orang tersebut pasien atau orang lain,” ungkapnya.




















