Bukan itu saja, jumlah pengunjung juga dibatasi yaitu antara 40 sampai 50 orang saja. Meski demikian, Lailatanur berharap agar para pengunjung tetap mentaati peraturan protokol kesehatan sehingga Perpustakaan tetap menjadi tempat yang aman bagi semua.
“Mudah-mudahan ini bisa terpenuhi dan anak-anak kita tetap taat pada peraturan sesuai dengan aturan protokol kesehatan,”harapnya
Sementara itu, Ahdiyatul Hikmah salah seorang pengunjung mengaku senang dan bersyukur atas dibukanya kembali layanan perpustakaan.
Menurut Mahasiswa semester 6, STAI Rakha Amuntai ini, hampir selama tiga bulan terakhir semenjak perpustakaan ditutup, ia bersama teman-temannya kesulitan mendapatkan sumber bacaan terutama bagi mahasiswa yang mengerjakan tugas kuliah.
” Kalau bisa jam kunjungan bisa diperpanjang lagi, karena mahasiswa di tempat kita ini banyak, pastinya mereka juga perlu literarut untuk bahan perkuliahan,” ucapnya.
Reporter : Darma Setiawan
Editor : Yudha Aditya




















