Warga Jabodetabek Dilarang Mudik atau Silaturahmi Lokal

Sementara itu, pemerintah pusat juga telah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kunjungan ke rumah kerabat atau silaturahmi saat Lebaran. Imbauan ini bertujuan untuk menekan angka kemacetan lalu lintas kendaraan dalam masa pandemi virus corona.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, silaturahmi yang bisa memicu kemacetan itu bertentangan dengan peraturan physical distancing yang digaungkan pemerintah.

“Bahwa pergerakan orang dan transportasi itu masih diperbolehkan, tapi kami mengimbau tidaklah dilakukan silaturahmi dalam rangka lebaran,” ujar Adita, Jumat (15/5)

Di sisi lain Kepolisian malah masih membolehkan warga Jabodetabek melakukan silaturahmi pada Hari Raya Idul Fitri. Namun begitu, warga yang ingin bersilaturahmi itu harus tetap mengikuti aturan PSBB.

“Kalau misal dia di lingkungan PSBB, ya hanya mematuhi protokol PSBB saja, enggak ada masalah ya, pakai masker, kapasitas mobil, jaga jarak itu,” ujar Benyamin.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19. Aturan itu melarang warga Ibu Kota untuk berpergian keluar wilayah Jabodetabek.

“Pada intinya, pembatasan ini berlaku untuk seluruh Jabodetabek. Penduduk Jakarta tidak bisa meninggalkan. Di Jakarta PSBB masih berlaku dan tidak ada kebijakan pelonggaran, membolehkan aktivitas seperti sebelum PSBB.

Reporter : Mamay
Editor : Riki
Foto : Dhemas Reviyanto

Pos terkait

banner 468x60