Pengrajin Sasirangan Banjarmasin Kesulitan Dapatkan Bahan Baku Pewarna Alam

Pengrajin Sasirangan Banjarmasin Kesulitan Dapatkan Bahan Baku Pewarna Alam

Lia, yang juga tergabung dalam kelompok pengrajon tersebut menambahkan, sasrirangan dengan pewarna alam yang digelutinya sekarang memang sedang naik daun di pasaran.

“Walaupun harganya jauh dibandingkn dengan pewarna kimia, sasirangan dengan pewarna alami masih mempunyai banyak peminatnya dipasaran, makanya kami kesulitan untuk memenuhi permintaan,” jelasnya

Pengrajin Sasirangan Banjarmasin Kesulitan Dapatkan Bahan Baku Pewarna Alam 2

Adapaun Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan jika pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan pengrajin tektil di pulau Jawa untuk membantu memenuhi permintaan bahan baku pewarna alam dari pengrajin sasirangan di Kalsel.

“Iya, ditempat kita memang sulit untuk mendapatkan tumbuhan yang menjadi bahan dasar pewarna alami. Makanya untuk sementara sudah kita kordinasikan dengan para pengrqjin disana untuk bisa membantu memenuhi permintaan para pengrajin di sini,” ungkapnya.

Menurut Ibnu, saat ini pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan sedang melakukan upaya untuk bisa membudidayakan tumbuhan yang menjadi bahan dasar pasta pewarna alami tersebut.

“Semoga cepat hasilnya nanti, agar pengrajin disini bisa mengurangi penggunaan pewarna textil atau kimia,” tuturnya.

Selain itu, Ibnu juga menjelaskan jika penggunaan alami memiliki warna yang lebih natural, sehingga menjadi nilai tambah bagi harga kain khas Kalimantan Selatan tersebut.

“Disamping itu, pewarna alam kan tidak merusak lingkungan, jadi aman jika dibuang ke sungai,” pungkasnya.

Reporter/Foto : Faflan Zakiri
Editor : Mukta

Pos terkait