Wakil presiden penelitian di Tradition Energy di Stamford, Connecticut Gene McGillian mengatakan harga minyak mencoba mencari titik terendah, namun tidak dapat menemukannya.
“Ada ketakutan akan keruntuhan ekonomi karena virus ini, secara global,” ucapnya.
Sebelumnya, pasar minyak sudah guncang setelah Arab Saudi memutuskan meningkatkan pasokan secara signifikan. Pasalnya, Arab Saudi dan Rusia tidak mencapai kesepakatan pemangkasan produksi guna mengantisipasi pelemahan permintaan.
Arab Saudi mempertahankan produksi lebih dari 12 juta bph dan mengabaikan permohonan pemangkasan produksi untuk menyeimbangkan pasar. “Segala sesuatunya berubah dengan sangat cepat. Kami menemui satu peristiwa ekstrem yang bertabrakan dengan lainnya,” kata wakil presiden penelitian di Mobius Risk Group di Houston John Saucer.
Reporter : Mamay
Editor : Riky
Foto: Agus Triyono



















