Oleh karena itu ujarnya, mahasiwa harus fokus belajar dan bekerja, disela-sela kesibukan tugas mesti pandai membagi waktu dan membagi uang.
“Saya sering mendengar bahwa katanya kalau jadi mahasiswa harus berorganisasi, jangan sampai jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang). Saat berorganisasi di kampus ataupun bekerja di perusahaan pada dasarnya adalah sama-sama belajar, perbedaannya adalah mendapatkan uang sebagai kompensasi atas waktu dan tenaga di perusahaan,” terangnya.
Fajar berasumsi, di kampus maupun diperusahaan sama-sama dapat meningkatkan social networking yang kuat, di kelas international lewat berteman dengan teman dari segala penjuru, begitu juga di perusahaan dapat berteman dengan orang Vietnam dan Filipina yang sangat ramah dan mau mengajarkan bagaimana cara menyelesaikan jobdesc dengan baik dan benar.
“Semuanya berefek pada adaptasi yang baik dan memudahkan proses belajar dan bekerja dengan baik pula,” ujarnya.
Namun Fajar menceritakan perjalanan kuliahnya yang ditandai dengan merebaknya virus yang bernama ilmiah Covid-19 atau lebih dikenal dengan nama Corona.
Diceritakannya, pada akhir pekan sebelum Chinese New Year pihak kampus setempat memberi himbauan agar menggunakan masker pelindung mulut saat bepergian dan menghindari berkumpul dikeramaian public serta menjaga kebersihan, kesehatan tubuh dan sering-sering mencuci tangan dengan hand sanitizer.
Pekan berikutnya adalah survey yang dilakukan kampus berdasarkan aturan pemerintah setempat untuk memblokade pengunjung yang berasal dari China – Hongkong – Macau, serta melaporkan diri segera apabila mengalami gejala terkait Covid-19.
Dilanjutkannya, dengan aturan tegas pemerintah Taiwan bahwa akan memberikan punishment kepada semua penyebar berita hoax terkait Covid-19 yang membuat warga panik. “Dari sini kita tahu bahwa pemerintah Taiwan sangat aktif dan cepat tanggap dalam penanganan wabah penyakit menular,” ucapnya.




















