Ibnu berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat Banjarmasin agar menyebut pasar terapung tidak dengan kalimat pasar apung. karena saat ini pada beberapa tempat di Indonesia mulai bermunculan destinasi wisata buatan dengan memasarkan keindahan danau atau sungai dengan sebutan pasar apung.
Untuk itu, walikota menegaskan sebagai masyarakat yang dikenal sangat menjunjung tinggi nilai budaya dan kearifan lokal, maka penyebutan pasar tersebut tidak boleh dirubah.
“Saya luruskan untuk membiasakan diri menyebutnya dengan pasar terapung bukan pasar apung, jadi kita orang Banjar jangan sampai ikut-ikutan untuk menyebut pasar apung akan tetapi pasar terapung,” jelasnya.
Pasar terapung Kuin Alalak diprogramkan beroperasi setiap hari Sabtu dan Minggu, Ibnu berharap seluruh lapisan masyarakat bisa mempromosikan destinasi wisata tersebut kepada seluruh wisatawan yang datang ke kota Banjarmasin.
“Mari kita hidupkan kembali budaya sungai kita dan mudah-mudahan ini menjadi unggulan bagi Kota Banjarmasin,” tutupnya.
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Muhammad Zahidi




















