Memprihatinkan, Banyak Gedung di Banjarmasin Lepas SOP Arsitek

  • Whatsapp
gedung

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Sebagian besar bangunan di Kota Banjarmasin dinilai tidak memenuhi standar operasional pembangunan oleh kalangan arsitektur di Kalimantan Selatan.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) kalimantan gedungSelatan, Fakhri Anhar mengatakan mayoritas bangunan saat ini di Banjarmasin tidak memenuhi standar, pasalnya banyak gedung dikerjakan oleh pihak swasta yang tidak memiliki keahlian dalam bidang arsitektur.

Menurutnya, pembangunan yang berjalan seperti itu sangatlah riskan dengan resiko yang besar seperti terjadinya penurunan kontur tanah, “bahkan ada yang sampai roboh karena kurangnya perhitungan dalam proses desain pembangunan,” ucapnya.

Selain itu, ia mengatakan Faktor-faktor penunjang keselamatan yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam pembangunan malah dinomor duakan. Seperti fasilitas tangga untuk evakuasi ketika terjadinya musibah kebakaran dan lain-lain.

BACA JUGA:  Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Depan Pagar Sekolah

Memprihatinkan, Banyak Gedung di Banjarmasin Lepas SOP Arsitek

“Kebanyakan gedung yang ada di Banjarmasin masih menomor duakan fasilitas tangga darurat, padahal fasilitas ini sangatlah penting. Kita tidak pernah tahu kapan terjadinya musibah,” papar Fakhri disela pembukaan acara HUT IAI Kalsel, Minggu (8/12).

Ketua IAI (Ikatan Arsitektur Indonesia) Kalimantan Selatan ini memeberkan, syarat utama pembangunan tersebut bisa berdiri, salah satunya harus memiliki sertifikat laik fungsi yang seharusnya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah.

 

“Seftifikat laik fungsi ini akan menjadi pra syarat bagi sebuah pembangunan boleh beroperasi secara publik, misalnya mall, hotel, pasar bahkan sekolah pun harus memiliki dokumen itu,” jelasnya.

Ia menyebut bangunan di Banjarmasin masih banyak yang tidak laik. “Sebuah bangunan hanya memiliki satu jalur tangga untuk sarana naik ke lantai atas, yaitu tangga utama. Jika terjadi musibah, bagaimana mereka bisa menyelamatkan diri kalau kondisinya seperti itu,” cetusnya.

BACA JUGA:  Sambut Natal dan Tahun Baru, Dishub Bakal Turunkan 150 Personel

Fakhri menambahkan, pembangunan juga harus memperhatikan jalur untuk akses mobil pemadam. Karena dari pengamatan yang dilakukannya di sejumlah bangunan di Banjarmasin ia mempertanyakan ketidak sesuaian SOP pada arsitektur tersebut akan berdampak buruk pada saat kecelakaan atau musibah.

“Gimana kalau terjadi kebakaran, mobil pemadam kemana?di mana posisinya agar aman dan bisa mengatasi sebuah kebaran, itu yang sering menjadi keteledoran kita dalam pembangunan sebuah gedung,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina ketika ditanya tentang kondisi bangunan di Banjarmasin hanya mengatakan akan memperbaiki proses pembangunan yang ada. “Kedepannya pembangunan kita harus sesuai dengan perkembangan, dan tentunya harus sesuai prosedur yang menggunakan tim ahli dalam bidangnya,” singkatnya

BACA JUGA:  Perkumpulan Jual Beli, Majukan Industri Dagang Kalsel

Reporter : Zakiri
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Zakiri

Pos terkait