3% Karyawan PT Trio Motor Merupakan Kaum Difabel

  • Whatsapp
disabel

Wartaniaga.com, Banjarmasin – PT Trio Motor menjadi perusahaan di Indonesia yang memperkerjakan penyandang difabel atau orang dengan berkebutuhan khusus terbanyak pada perusahaan yang bergerak dibidang otomotif itu.

Corporate Communication PT Trio Motor, Joel Simanjuntak mengungkapkan sesuai dengan aturan pemerintah, semua perusahaan harus memberdaya gunakan penyandang difabel maka PT Trio Motor saat ini sudah mewujudkan hal tersebut.

“Karyawan difabel kita sudah terserap mencapai 3 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya mebuka lowongan yang sebesarnya-besarnya untuk kaum difabel, agar mereka bisa memiliki keahlian khusus dalam dunia kerja dengan status magang.

“Status mereka magang, namun ada juga yang berstatus karyawan tetap hingga sampai menduduki jabatan yang tinggi,” bebernya.

BACA JUGA:  Lurah Sungai Baru Bersama Komunitas Relawan Maharagu Sungai Tanam Pohon Rambai dan Bambu

Kendati berstatus magang penghasilan mereka mencapai Rp 2 juta lebih, sesuai dengan ketentuan pemerintah mengenai gajih.

Lanjutnya setelah kaum difabel lulus magang, tidak serta-merta langsung menjadi karyawan, akan tetapi melalui proses yang ditentukan oleh perusahaan, namun mereka memiliki kelebihan dikarenakan sudah mempunyai pengalaman selama proses magang.

PT Trio Motor Merupakan Kaum Difabel

“Kalau kami ada lowongan mereka akan dianjurkan untuk mengikuti serangkaian tes untuk menjadi karyawan, kalau tidak ada lowongan mereka akan kami buatkan portofolio dan disebarkan keperusahaan lain, sehingga mereka memiliki pekerjaan,” jelasnya.

Adapun dengan pembekalan untuk penyandang difabel ini untuk menyiapkan mereka agar mampu bersaing didunia kerja sekaligus memudahkan perusahaan lain dalam penyerapan karyawan difabel sesuai dengan peraturan pemerintah.

BACA JUGA:  Kepala BNPT : Berakar Dari Ideologi, Terorisme Tidak cukup Diatasi Dengan Penangkapan

“Kita siapkan, SDM yang siap pakai untuk perusahaan lain agar mereka mampu memenuhi ketentuan pemerintah yang harus 1 persen karyawan penyandangang difabel,” tegasnya.

Reporter : Aditya
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Aditya

L

Pos terkait