PAPERPENAS Batal di Papua, Pindah ke GOR Pulau Gadung

  • Whatsapp
PAPERPENAS Batal di Papua, Pindah ke GOR Pulau Gadung

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Guna menghindari Polemik yang terjadi di Papua saat ini. Kementerian Pemuda dan Olahraga pindahkan PAPERPENAS ke Jakarta Timur sebagai tuan rumah, yang sebelumnya di rencanakan di Papua.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kasi Kemitraan dan Penghargaan Olahraga, Arif Noor Rahman, karena kondisi masih belum kondusif dalam pelaksaan acara Pekan Paralympic Pelajar Nasional (PAPERPENAS) 2019 diakhir tahun ini harus diselenggarakan di Jakarta Timur.

Muat Lebih

“Dari pusat sendiri melihat keadaan yang ada di Papua tersebut membuatnya harus pindah tangan ke Jakarta Timur,” ujarnya kepada Wartaniaga.com usai pelepasan kontingen PAPERPENAS 2019 di Novotel Hotel Airport Banjarmasin, Selasa (05/11).

BACA JUGA:  MAN Tala Juara Grup C Futsal Hydro Coco 2019

PAPERPENAS Batal di Papua, Pindah ke GOR Pulau Gadung

Ia menjelaskan walaupun dalam perencanaan sebelumnya sebagai tuan rumah Papua, namun, karena masih terkendala maraknya konflik yang masih terjadi didaerah tersebut akhirnya menunda pelaksanaan itu. Akan tetapi, untuk tahun ini, PAPERPNAS 2019 tetap dilaksanakan di GOR Pulau Gadung Jakarta Timur. Bahkan pihaknya sudah mempersiapkan atlet berkompeten dibidangnya.

“Sekitar 40 orang yang akan kita berangkatkan yaitu dari official hingga atletnya,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, sebelum melakukan pemberangkatan ke Jakarta. Pihaknya, akan melakukan penyeleksian melewati Kabupaten dan Kota hingga akhirnya terpilihnya 30 atlet dari ratusan atlet yang sudah di lebur.

“Untuk tahapnya sendiri didaerah masing-masing sudah menyelenggarakan dan kami ambil yang terbaik lagi,” tegasnya.

BACA JUGA:  Formi Kalsel Seleksi 361 Atlet Menuju Fornas 2019

Arif menyebutkan kembali, pelaksanaan PAPERPENAS 2019 berlangsung selama sebelas hari ini dari tanggal 07 sampai dengan 17 November 2019 yang diikuti sebanyak 37 provinsi se-Indonesia yang mayoritas pesertanya penyandang khusus disabilitas.

“Untuk syarat atlet wajib berstatus pelajar kalau sudah beranjak masuk kuliah tidak bisa mengikuti cabor ini,” ucapnya.

Ia membeberkan, untuk anggaran akomodasi keberangkatan dan lain-lainnya, pihaknya murni menggunakan dana APBD Perubahan Provinsi Kalimantan Selatan yang didukung langsung oleh Gubernur, H. Sahbirin Noor.

“Kenapa didukung pak Gubernur, Kalsel masuk diperingkat ketiga ditingkat Nasional dalam prestasinya saat ini,” pungkasnya.

Ia mengungkapkan dari sekian banyaknya peserta sebelumnya dari berbagai daerah yang dengan mayoritas penyandang disabilitas ini mampu diharapkan bisa meraih juara dan membawa nama harum Kalimantan Selatan.

BACA JUGA:  Atlet Pensiunan 98 Asal Papua Terima Penghargaan Dari Menteri Pemuda Dan Olahraga.

“Alhamdulillah, atlet yang kami dapatkan sesuai cabang olahraganya seperti atletik, tenis meja, renang, catur dan bulu tangkis,” tutupnya.

Reporter : Riswan
Editor      : Hamdani
Foto        : Riswan

Pos terkait