Kebakaran Kotabaru, Satu Kampung Ludes Dilalap Api

  • Whatsapp
Kebakaran

Wartaniaga.com, Kotabaru – Kecamatan Sebuku, Kotabaru, Kalimantan Selatan terjadi kebakaran dahsyat yang sedikitnya telah menghanguskan ratusan rumah warga, Minggu (24/11).

Menurut informasi yang dirilis kawanan Emergency, data sementara rumah yang terbakar ada 469 rumah,
600 kk, 1800 jiwa kehilangan tempat tinggal

Muat Lebih

Belum tau persis apa penyebab pemicu terjadinya kebakaran. Kebakaran terjadi mulai Sabtu (23/11) malam hingga Minggu dini hari sekitar pukul 04.00 Wita.

Kebakaran

Disinyalir karena rata rata rumah berbahan kayu, api dengan cepat menjalar ke rumah lainnya hingga ratusan rumah terbakar

Area kebakaran saat ini juga masih dalam penyelidikan aparat berwenang.

Kebakaran di Kotabaru Menghanguskan Ratusan Rumah Warga

Pantauan Wartaniaga.com melalui berbagai sosmed. Saat ini para relawan sudah mulai membuka donasi melalui rekening-rekening posko. Relawan dari berbagai penjuru juga mulai berdatangan membantu korban kebakaran.

BACA JUGA:  Peringatan HKN Momentum Percepatan Vaksinasi Covid-19 dan Penanganan Pandemi

Kebakaran

Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Wahyu, membenarkan terjadinya musibah kebakaran tersebut dengan jumlah dan waktu kejadian. Untuk membantu meringankan beban warga korban kebakaran, Wahyu dan pasukannya, mengirimkan dua truk logistik dari markasnya di Banjarbaru. Dua truk tersebut berisikan bebrbagai makanan siap saji, selimut, dan keperluan lainnya.

“Nih kami berangkat mulai sekarang pukul 09.00 pagi ini. Diperkirakan dua truk logistik sampai di lokasi sekitar pukul 14.00. Mudahan cepat sampai,” katanya.

Wahyu juga menyebutkan, cepatnya kebakaran dahsyat itu karena rumah sebagian besar terbuat dari kayu. Ditambahnya saat itu angin cukup kencang.

Sulitnya sumber air juga membuat barisan pemadam disana yang menggunakan speed juga menjadi kendala. Itu disebabkan karena sungai yang dekat dengan pemukiman mengering.

BACA JUGA:  Pemkab HSU Gelar Peringatan Harganas

“Rumah dari kayu dan sungai mengering, menjadi sulitnya proses pemadaman disana,” katanya.

Editor : Hamdani
Foto : Ist

Pos terkait