Ditolong Direktur RS H Boejasin, Pasien Miskin Tanbu Bisa Pulang

  • Whatsapp
RS H Boejasin

Wartaniaga.com, Pelaihari – Meski tidak memiliki uang yang cukup untuk biaya perawatan selama berada di RS H Boejasin, Hamdi ( 64 ), warga Desa Jombang, Kecamatan Satui, Tanah Bumbu, akhirnya bisa pulang kerumahnya, pasalnya biaya itu ditanggung oleh Direktur rumah sakit yang berkenan menolong secara cuma cuma kepadanya.

Selama satu minggu Hamdi menjalani rawat inap di RS H. Boejasin Pelaihari karena menderita tetanus Gr.II, saat akan pulang, pihak keluarga kebingungan karena uang yang mereka miliki tidak cukup untuk membayar biaya rumah sakit sebesar Rp7 juta rupiah.

Kasmiati, salah seorang anak dari Hamdi menceritakan, saat mendaftarkan ayahnya, dirinya memang tidak menggunakan BPJS atau SKTM, karena tidak punya kedua dokumen tersebut, yang ada dalam benaknya saat itu hanya ingin ayahnya segera mendapatkan perawatan.

Biaya Perawatan Pasien Tanbu Ditanggung Direktur RS H Boejasin

Setelah satu minggu dirawat, kesehatan ayahnya berangsur membaik, dan diijinkan pulang, namun saat ingin melakukan pembayaran dibagian administrasi dirinya terkejut karena biaya yang harus dibayar sekitar Rp7 juta rupiah.

BACA JUGA:  Polres Tala Lakukan Antisipasi Pasca Sidang MK

“Sedangkan uang yang saya miliki tidak sampai separuhnya, kemudian saya menyampaikan kepada petugas administrasi, petugas administrasi kemudian mengambil kebijakan dengan memberikan keringanan, namun uang saya masih belum mencukupi,” bebernya kepada wartaniaga.com, Selasa (12/11).

Kemudian, Kasmiati yang kebingungan dihampiri oleh seorang laki – laki lalu menanyakan masalahnya, setelah mendengar penjelasannya akhirnya laki – laki tersebut menyarankan untuk menghubungi langsung direktur RS H. Boejasin, Isna Farida.

Tak berfikir lama, akhirnya Kasmiati menghubungi nomor telpon Isna Farida yang diberikan laki – laki tersebut, lewat telpon ia menceritakan masalah yang dihadapinya, mendengar penjelasan itu, Isna Farida sempat menanyakan apakah Kasmiati memiliki BPJS, SKTM atau kartu kesehatan lainnya dan dijawab Kasmiati sesuai dengan kondisi tidak memiliki kedua dokumen itu.

BACA JUGA:  Pisah Sambut Komandan Kodim 1009 Pelaihari

Selanjutnya dalam percakapan tersebut, Isna mengatakan biasanya kalau pihak keluarga menyampaikan dari awal bahwa tidak mampu maka pihak RS langsung mengkoordinasikan dengan pihak Dinas Sosial.

Namun, setelah mendengar penjelasan dari Kasmiati, tanpa pikir panjang Isna Farida langsung mengambil kebijakan dan mengatakan kepadanya agar menyampaikan kepada petugas administrasi bahwa kekurangan biaya perawatan ayahnya akan ditanggung oleh Isna Farida.

Pada waktu bersamaan kemudian Isna Farida juga langsung menghubungi petugas administrasi agar menjalankan instruksinya.

Kasmiati mengucapkan atas nama pihak keluarga berterima kasih kepada pihak RS H. Boejasin, terutama kepada Ibu Isna Farida, “walaupun tidak kenal dan tidak pernah bertemu langsung tapi tanpa ragu – ragu membantu meringankan beban kami,” ungkapnya.

BACA JUGA:  TP PKK Tala Sebut Peran Wanita Tak Terpisahkan Sebagai Pejuang Bangsa

“Terima kasih ibu Isna, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan Ibu ” tutur Kasmiati kepada wartaniaga.com sembari bercucuran air mata.

Relawan Remaja Tanah Laut ( R2TL ) yang mendengar kabar tersebut turut mengirimkan anggotanya ke RS H. Boejasin untuk menemui Kasmiati dan keluarganya, mereka menawarkan bantuan ambulan gratis untuk mengantarkan Kasmiati dan keluarganya pulang ke Tanah Bumbu.

“Saya sangat terharu, begitu banyak orang yang perduli terhadap keluarga kami, terima kasih kepada rekan – rekan relawan yang sudah membantu mengantarkan kami pulang ke Tanah Bumbu,” tambah Kasmiati.

Sekedar tambahan, Hamdi memiliki 4 orang anak, tidak memiliki pekerjaan, sementara anak – anaknya sebagian ada yang tinggal jauh karena ikut suaminya.

Reporter : Tony Widodo
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Tony Widodo

Pos terkait