Diduga DJS Kampanye, KPU Sebut Belum Waktunya

  • Whatsapp
Diduga DJS Kampanye, KPU Sebut Belum Waktunya

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Beberapa waktu lalu sempat viral sebuah video yang melibatkan salah satu pimpinan daerah mengenakan seragam dinas berpidato sembari diduga berkampanye. Belakangan diketahui, acara tersebut peresmian rumah pohon milik Walikota Banjarbaru sekaligus untuk ajang silaturrahmi dengan masyarakat setempat.

Video berdurasi 29 detik tersebut memperlihatkan kecakapan DJS dalam berpidato, namun, hal tersebut berbalik arah dan malah mempromosikan diri untuk dipilih kembali sebagai salah satu kandidat bakal calon walikota dan wakil walikota Banjarbaru yang digelar pada tahun 2020 mendatang.

Muat Lebih

BACA JUGA:  Bank Kalsel Serahkan CSR Rp145 Juta di Banjarbaru

Dikutip dari video viral tersebut, “Insha Allah, kalau kami terpilih lagi untuk dua periode lagi pembangunan diKota Banjarbaru akan lebih maksimal,” begirtu bunyi dari ucapan DJS.

Warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan sebenarnya kurang etis apa yang dilakukan oleh salah satu unsur kepala daerah tersebut, acara itu cuma sekedar silaturrahmi antar pejabat dan perwakilan masyarakat, tidak ada kampanye seharusnya.

“Mulai dari kemarin seperti itu, makanya, perwakilan masyarakat juga diundang untuk acara tersebut,” ujarnya kepada wartaniaga.com saat ditemui dikediamannya, Kamis (17/10).

Ia mengungkapkan DJS tersebut belum saatnya melontarkan bahasa politiknya ini kepada masyarakat yang disaksikan juga oleh para eselon dilingkup Pemerintah Kota Banjarbaru.

BACA JUGA:  Alfamart Terancam Tutup, DPMPTSP Tidak Akan Perpanjang Izin

“Yang hadir kemarin ada lembaga pemberdaya masyarakat dan forum RT/RW,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum, Hegar Wahyu Hidayat, menyampaikan pihaknya menginginkan jangan sampai terjadi gesekan hingga meninmbulkan perpecahan, bahkan, ini belum masuk pesta demokrasi atau kampanye, jadi harusnya kita lebih cerdas dalam mengambil sikap dan menerima.

“Jangan sampai kita terbawa arus politik dan memecah belah nantinya,” tandasnya.

Hegar mengaku tidak bisa terlalu banyak untuk berbicara terkait hal tersebut, karena pihaknya tidak bisa terlalu dalam untuk menyelidiki masalah video yang merupakan salah satu unsur kepala daerah yang bekerja di lingkungan Pemkot Kota Idaman tersebut.

Hegar memilih untuk bungkam dan mengarahkan ke Bawaslu Kota Banjarbaru. “Untuk pilkada bulan September nanti, jadi untuk video tersebut kita kembalikan kehati nurani masing-masing saja lah,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Peternakan Babi Diberi Waktu Hingga Akhir Tahun

Saat ditemui Wartaniaga.com ke Bawaslu Kota Banjarbaru sesuai arahan dari Ketua KPU, beliau tidak bisa memberikan pernyataan terkait video yang beredar dikalangan awak media dan masyarakat.

Selain itu, tim Wartaniaga.com juga menghungi salah satu Ketua Forum RT/RT Kelurahan Mentaos Banjarbaru, Yasir Arafat. Namun sayangnya yang bersangkutan menolak konfirmasi dengan dalih sedang mengalami sakit.

“Mohon maaf, saya lagi flu dan batuk berat,” singkatnya.

Reporter : Riswan
Editor : Mukta
Photo : Riswan

Pos terkait