logo wartaniaga

Serangan Hama Ulat Grayak Ancam Gagal Panen Jagung di Pelaihari

Wartaniaga.com, Pelaihari – Petani jagung di Desa Kampung Baru, Kecamatan Pelaihari, Tanah Laut, terancam gagal panen akibat serangan hama ulat grayak yang menguasai tanaman bahan baku makanan snack pop corn ini.

Hama ulat itu, menurut salah satu petani di Desa Kampung Baru, Sunyoto, mulai menyerang jagung yang baru berumur 40 hari. Apabila itu tidak segera ditindaklanjuti maka kerugian dan ancaman gagal panen akan dihadapi.

“Sedikitnya dari 4 hektar tanaman jagung milik saya 75 persennya telah diserang ulat grayak. Terkait hal ini saya sudah laporkan kepada pihak dinas pertanian setempat,” katanya dilahan pertanian jagung miliknya.

Sunyoto melanjutkan, kondisi tersebut ia tak tinggal diam dengan mengambil langkah pencegahan penyebaran hama yakni melakukan penyemprotan menggunakan festisida. Upaya penyemprotan itu juga menurutnya tak semuanya berhasil, karena masih banyak ulat yang bersembunyi dalam gulungan pucuk daun.

BACA JUGA:  Kapolres Ingatkan Anggotanya Tentang Hoax

“Atas serangan hama ini kerugian diperkirakan sekitar 25 juta lebih. Itu dihitung mulai dari bibit, pengolahan lahan dan pupuk,” bebernya.

Menanggapi itu, KJF Distanhorbun Kabupaten Tanah Laut, Suteng Pramono, mengatakan, hama ulat grayak ini sifatnya polipat yakni memakan segala jenis daun yang ada di sekitarnya dan umumnya menyerang tanaman di bawah 2 bulan atau sekitar 30-45 hari.

Jenis ulat grayak yang menyerang tanaman milik pak sunyoto katanya bukan jenis ulat grayak biasa ( spodoptera litura ), namun di duga kuat ulat grayak tersebut dari jenis spodoptera frugiperda, serangan dari daun muda, langsung menuju titik tumbuh, biasanya tidak ganas lagi jika umur tanaman di atas 45 hari.

BACA JUGA:  Polres Tala Lakukan Antisipasi Pasca Sidang MK

“Menindak itu kita akan melakukan penyemprotan berbahan aktif emamektin benzoat atau insektisida yang di ketahui dapat membunuh ulat grayak” tuturnya.

Kemudian, Distanhorbun Tanah Laut akan meminjamkan mesin pompa air untuk mengairi lahan jagung tersebut. Selanjutnya ditaburi furadan agar terserap melalui akar.

Diketahui, serangan ulat tidak hanya terjadi di Desa Kampung Baru namun juga menyerang tanaman jagung milik petani di Desa Gunung Makmur.

Reporter : Tony Widodo

Editor : Hamdani

Foto : Tony Widodo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *