Loading...
28 views

Kisah Asyaffa Anak Disabilitas, Punya Asa dan Prestasi Tanpa Batas

Loading...

Wartaniaga.com, Palembang – “Aku sering ditolak ojek online ketika aku ingin ke sekolah. Aku juga sering jatuh ketika naik Transjakarta saat ingin bermain ke rumah teman,” begitulah curhatan Asyaffa Nur Julia yang merupakan anak penyandang disabilitas fisik. Namun, dibalik keterbatasan yang dimiliki, ia juga memiliki segudang prestasi.

Asyaffa merupakan Juara 1 Penyaji Terbaik kategori Disabilitas Fisik pada kompetisi “Suara Anak Disabilitas: Dengarkanlah Curhatan Kami” yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Ia juga punya mimpi agar anak Indonesia bebas berkarya, termasuk dirinya yang memiliki hobi menggambar dan menulis puisi.

“Kita semua harus paham betul bahwa anak kita, para anak penyandang disabilitas tidak lagi dipandang sebagai suatu keterbatasan fungsi, misal tidak dapat melihat atau mendengar, tetapi sebagai sebuah interaksi antara keterbatasan fungsi dan lingkungannya.

BACA JUGA:  Mengabdi untuk Banua, Menjadikan Banjarbaru Juara

Kita semua telah melihat dan terbukti bahwa mereka juga bisa berprestasi dan punya keahlian khusus dibidangnya masing – masing.

Mereka harus mendapatkan hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan berpartisipasi”, ungkap Menteri PPPA, Yohana Yembise saat berperan sebagai Kepala Sekolah dalam teater musikal bersama dengan para anak penyandang disabilitas dalam acara Harmoni Suara Anak Disabilitas di Palembang, Sumatera Selatan.

Teater Musikal tersebut bercerita tentang sebuah sekolah yang menggabungkan murid penyandang disabilitas dan murid non disabilitas. Namun, keduanya bisa bergaul dan belajar bersama dengan harmonis.

Anak – anak penyandang disabilitas juga dengan gembira menampilkan keahliannya, di antaranya permainan musik band, tarian, biola, puisi, dan pantomim.

BACA JUGA:  Mengenal Sosok Rezki, Pemuda Ulet dan Tangguh Yang Profesional
Loading...

“Saya sangat kagum dengan orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas, Bapak dan Ibu harus berbangga memiliki anugerah spesial dari Tuhan.

Tidak ada yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin, Orang tua maupun masyarakat harus melihat potensi yang dimiliki anak tersebut, bukan keterbatasannya.

Mereka perlu mendapat dorongan, tuntunan, dan praktek langsung secara bertahap, Dengan begitu, bakat dan kemampuan anak akan berkembang dan menjadi generasi emas Indonesia”, pesan Menteri Yohana kepada para orang tua dan pendamping anak penyandang disabilitas. (Rel)

Editor : Riyatin

Foto : Set Rokum

Facebook Comments
Loading...
BACA JUGA:  Indrayana Sang Penantang Petahana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.