Wartaniaga.com,Marabahan- Suasana Pondok Pesantren Al Mujahidin, Ulu Benteng, Marabahan, Barito Kuala, sedikit berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Jika di akhir pekan mereka banyak berkutat belajar ilmu agama, kali ini para santri terlihat serius belajar sesuatu yang baru, yakni berkebun sawit. Mendapat ilmu baru tentang pengetahuan dasar agronomi, meskipun secara singkat namun sudah membuat ratusan santri bersemangat. Belajar mengolah lahan tidur menjadi lahan produktif agrobisnis seperti sawit, tentunya membuat penasaran para santri.
Pondok Pesantren AL Mujahidin adalah salah satu pesantren yang mempunyai konsep mengembangkan sistem pendidikan yang menciptakan santri cerdas dan berpikir kreatif serta inovatif. Meskipun berada di pinggiran kota Marabahan dan dikelilingi hutan galam yang lebat, para santri pun diajak melek pengetahuan umum di luar ilmu agama. Tak heran jika belajar ilmu berkebun sawit disambut antusias para pesantri, Mereka pun terlihat serius menyimak pelajaran tentang perkebunan sawit yang disampaikan salah satu Manajer Perkebunan PT.Tri Buana Mas Tbk, anak perusahaan Astra Agro Lestari. Ya, selama sehari Tim Edukasi dan CSR Tri Buana Mas, yang dipimpin sang admnistratur PT.Tri Buana Mas, Mohammad Irsyad Noor, menyambangi pondok pesantren ini.
“ Alhamdulillah ini ilmu yang luar biasa, kalau selama ini di pesantren dapat ilmu-ilmu berkaitan agama, akidah dan akhlak, hari ini ulun (saya,red) dan kawan-kawan mendapat ilmu baru, pengetahuan baru tentang berkebun sawit. Luar biasa itu bagi kami,” terang Mukhsin salah seorang santri, disela-sela acara edukasi berkebun dan budidaya sawit, Masjid Pondok Pesantren Al Mujahidin, Marabahan
Perasaan takjud sekaligus bangga dirasakan juga oleh Rafli, salah seorang santri Pondok Pesantren Al Mujahidin, Marabahan. Karena untuk pertama kali dirinya tahu tentang ilmu dasar agronomi dan budidaya sawit. Apalagi para santri bisa mendapatkan pengetahuan lebih tentang belajar pemupukan, prunning, dan pemanenan. Ketrampilan dalam berkebun sawit berkelanjutan memang penting diajarkan sejak dini terutama bagi para santri, karena sebagian besar diantara adalah anak-anak petani. Tak sedikit diantara orangtua mereka adalah petani sawit. Tetapi jangan salah sangka, bahwa pelajaran ini bermaksud mempersiapkan santri menjadi buruh atau petani sawit. Bukan, bukan seperti itu. Edukasi sejak dini kepada santri belajar ilmu perkebunan sawit ini juga memberikan manfaat sosial-lingkungan dan finansial.
“ Kelak kalau kami lulus dari pesantren, selain menjalankan dakwah, kami pun bisa berwirausaha, syukur-syukur nanti menjadi Bos perkebunan sawit hehehe, “ ujar Rafli, yang mengaku senang mendapat pencerahan pengetahuan dari PT. Tri Buana Mas.
Edukasi mengenai cara berkebun sawit berkelanjutan itu sendiri tak lain adalah bagian dari tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) PT Tri Buana Mas (TBM), anak perusahaan Astra Agro Lestari Tbk. Selain mendukung program mencerdaskan anak bangsa melalui bantuan hibah beasiswa pendidikan, TBM juga fokus kepada melatih generasi muda untuk berjiwa entepreneur di bidang perkebunan sawit. Salah satunya melalui edukasi kepada para santri di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Selain edukasi budidaya sawit, Tri Buana Mas, juga memberikan bantuan bibit pohon sawit kepada sejumlah pondok pesantren di Barito Kuala. Salah satu yang menerimanya adalah Pondok Pesantren Al Mujahidin, Ulu Benteng, Marabahan.
” Ini merupakan salah satu tanggung jawab kami turut serta mencetak generasi masa depan, SDM handal, tak hanya piawai di ilmu agama namun mereka juga cakap di wirausahaan. Momen itu juga tak terlepas dari 30 Tahun Astra, 30 tahun bakti untuk negeri. Harapan kita juga sama seperti halnya harapan pemerintah, pembangunan manusia Indonesia terus berlanjut untuk pendidikan yang lebih baik,” ucap Admnistratur PT.Tri Buana Mas, Mohammad Irsyad Noor, kepada wartawan, usai menyerahkan bantuan bibit pohon sawit secara simbolis kepada tiga perwakilan pondok pesantren, di Marabahan.
Reporter : Deasy Arfiani Arsyad
Editor : Edhy Dharmawan
Foto : Deasy Arfiani Arsyad





















