7 views

Permendagri Jadi Acuan Tarif PDAM

WartaNiaga.com – Banjarnmasin. Diberlakukannya tarif air minum sebesar minimal  10 M3 sejak bulan ini mendapat banyak  reaksi dari masyarakat, bahkan PDAM Bandarmasih mendapat hadiah demo dari para pelanggannya.

Menanggapi hal tersebut, walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, kebijakan ini bukan berasal dari Pemko Banjarmasin, tetapi ini adalah Peraturan Mentri Dalam Negeri.

“Tarif minimal 10 M3 itu adalah peraturan Menteri Dalam Negeri yang sejak 6 bulan lalu sudah disosialisasikan kepada masyarakat” ujarnya.

Ditambahkanya, pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena peraturan ini diberlakuan kepada semua Perusahaan Air minum di Indonesia dan sudah ada sejak tahun lalu.
Meski demikian, dirinya mengaku dengan diberlakukannya tarif tesebut tidak memberi keuntungan yang besar kepada perusahaan air milik Pemko Banjarmasin ini.
“ Keuntungan yang diperoleh PDAM Bandarmasih dengan diberlakukannya peraturan itu tidaklah signifikan, hanya mengalami peningkatan kurang lebih 4%’ tuturnya kepada Wartaniaga.com di ruang kerjanya (17/5).

BACA JUGA:  Perda Kemetrologian, Atur Tera Ulang Produk Dagang

Jadi menurutnya, keliru jika ada sebagian masyarakat beranggapan dengan memberlakukan tarif itu PDAM ingin memperoleh keuntungan yang besar.
Bahkan untuk memberikan layanan dan kemudahan kepada pelangggan,

PDAM Bandarmasih telah memberikan dispensasi offline  sementara kepada 12.000 pelanggannya.

“Ada 12.000 pelanggan yang rumahnya tidak ditempati, jika diberlakukan peraturan itu makan ia akan menanggung beban pemabayaran perbulan yang cukup besar. Solusinya, kita lalukan pemutusan sementara, namun tetap masih sebagai pelanggan PDAM ” jelasnya seraya menambahkan kebijakan ini maksimal untuk 1 tahun.

Untuk diketahui, Peraturan Menteri Dalam Negeri ( Permendagri) Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2016 pada Bab I, pasal 1 menetapkan Standar Kebutuhan Pokok Air Minum adalah kebutuhan air sebanyak 10 meter kubik/kepala keluarga/bulan atau 60 liter/orang/hari, atau sebesar satuan volume lainnya. (Didin Ariyadi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *