“Lewat para milenial, kita berharap lahir inovasi-inovasi untuk mendukung pengembangan serta memaksimalkan pertanian. Adanya pandemi membuat perubahan dalam transaksi pembelian, dimana orang lebih banyak menggunakan jasa e-commerce. Hal ini harus disikapi menjadi peluang baru bagi generasi muda,” ungkap Dedi.
Menindaklajuti hal tersebut, Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru selaku Unit Pelaksana Teknis di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian mengambil beberapa langkah cepat. Salah satunya dengan melakukan koordinasi dalam pelaksanaan program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) bersama pembimbing dan mentor, petani muda millennial, alumni SMK-PP dan Polbangtan, serta praktisi yang tergabung dalam Duta Petani Millenian (DPM) dan Duta Petani Millenial (DPA) Kalimantan Selatan (17/01).
Ketua program PWMP SMK-PPN Banjarbaru, Fibrian menerangkan bahwa dalam pelaksanaanya, PWMP harus mengacu dan mengikuti petunjuk teknis terbaru di tahun 2022. Dimulai dari persiapan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban kegiatan, baik yang dilaksanakan oleh penerima manfaat maupun bagi SMK-PPN Banjarbaru yang memiliki kewajiban untuk menyalurkan.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Tata Usaha SMK-PPN Banjarbaru, Isnanto Purwokusumo.



















