Bupati HSU Tegaskan Tak Ingin Ada Anak Kehilangan Hak Pendidikan

Bupati HSU H Sahrujani

Wartaniaga.com.Amuntai – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Sahrujani, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Operator Pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2026, Senin (12/10/2026), bertempat di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan HSU.

Kegiatan ini salah satu langkah Pemerintah Kabupaten HSU dalam mengidentifikasi anak-anak yang belum pernah bersekolah, putus sekolah, maupun tidak melanjutkan pendidikan, sekaligus mencari solusi agar mereka kembali mendapatkan kesempatan belajar.

Pembukaan pelatihan tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial HSU Surya Supi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Mochammad Yandi Friyadi, Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah HSU Wilda Elyana, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, perwakilan Kantor Kementerian Agama HSU, para camat, serta peserta pelatihan.

Kepala Dinas Pendidikan HSU, Rahman Heriadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 12–13 Oktober 2026.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 229 orang, terdiri atas 219 operator desa dan kelurahan serta 10 operator kecamatan dari seluruh wilayah Kabupaten HSU.

Pelatihan dibagi menjadi dua hari. Pada hari pertama, kegiatan diikuti peserta dari enam kecamatan, sedangkan hari kedua diikuti peserta dari empat kecamatan. Pembagian tersebut dilakukan agar pelaksanaan pelatihan berjalan efektif.

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemampuan para operator dalam melaksanakan pendataan, verifikasi, dan validasi Anak Tidak Sekolah melalui aplikasi pendataan ATS,” jelas Rahman Heriadi.

Sementara itu, Bupati HSU H Sahrujani dalam penyampaian nya menegaskan bahwa pendataan ATS sangat penting untuk mengetahui kondisi anak-anak yang belum pernah mengenyam pendidikan, mengalami putus sekolah, maupun tidak melanjutkan pendidikan, termasuk berbagai kendala yang mereka hadapi.

“Menurut data yang kami terima, ada sekitar 3.000 anak yang tidak bersekolah. Kami tidak ingin ada anak di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen agar setiap anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak,” tegas H Sahrujani.

Ia menyampaikan, upaya penanganan anak tidak sekolah tersebut sejalan dengan visi dan misi dirinya bersama Wakil Bupati HSU Hero Setiawan dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan bebas narkoba.

Komitmen ini juga diwujudkan melalui 21 program unggulan HSU Bangkit, salah satunya Program Sekolah untuk Semua, yang diarahkan untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi seluruh anak di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Menurut Sahrujani, pendataan ATS tidak boleh sekadar menghasilkan angka dan laporan administratif. Data yang dikumpulkan harus menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah penanganan yang tepat bagi anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan.

“Kita tidak ingin pendataan ini hanya menghasilkan angka dan laporan, tetapi benar-benar menjadi dasar untuk membantu anak-anak kembali memperoleh kesempatan belajar,” ujar H sahrujani

Sahrujani juga mengingatkan seluruh operator agar melaksanakan pendataan secara teliti, jujur, dan bertanggung jawab sehingga informasi yang dihimpun benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ia turut mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, pihak sekolah, orang tua, serta unsur terkait untuk memperkuat kerja sama dalam menangani persoalan anak tidak sekolah.

“Melalui kerja sama semua pihak, kita berharap persoalan anak tidak sekolah ini dapat kita tangani bersama, sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Reporter: Darma Setiawan
Editor: Hariyadi

Pos terkait