Wartaniaga.com, Kotabaru- Deru mesin kapal membelah sunyi perairan Kotabaru. Di atasnya, Abu Suwandi berdiri menatap cakrawala. Baginya, ombak yang menghantam lambung kapal bukanlah rintangan, melainkan irama harian yang harus ia selami demi bertemu langsung dengan masyarakat, Minggu (15/2).
Bukan sekadar seremonial, langkah ini adalah perjalanan hati. Abu tak lelah menyisir sudut-sudut desa, menyerap aspirasi yang kerap tercecer di antara riuh angin laut.
“Komitmen untuk masyarakat pesisir adalah yang paling otoritas bagi saya. Karena saya pernah merasakan sendiri bagaimana kondisinya di sana,” ungkapnya tegas.
Kata otoritas bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan jiwa dari seseorang yang tumbuh dan besar dengan aroma garam yang sama. Ingin lihat bagaimana perjuangannya menembus batas demi sebuah janji.
Repoter: Anaq.
Editor: Hariyadi




















