Wartaniaga.com, Banjarbaru – Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby menghadiri Forum Diskusi Sinergitas Pengawasan Obat dan Makanan yang digelar BPOM Kalimantan Selatan di Ruang Aberani Sulaiman, Kantor Gubernur Kalsel, Senin (17/11).
Forum ini menjadi ruang penting untuk membahas strategi penguatan pengawasan obat dan makanan demi menjaga keamanan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Banjarbaru berhasil meraih penghargaan terbaik ke-2 sebagai Pemerintah Daerah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik.
Berupa Bantuan Operasional Kesehatan Pengawasan Obat dan Makanan Tahun Anggaran 2023–2024 dengan kinerja terbaik di Kalimantan Selatan.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BPOM, Dr Taruna Ikrar bersama Kepala Bidang Kebijakan Pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan, Nor Andi Arinawati Arsyad.
Walikota Lisa menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian ini. “Alhamdulillah, Kota Banjarbaru meraih peringkat terbaik 2. Ini menjadi bukti kerja sama dan komitmen kita dalam memastikan keamanan obat dan makanan bagi masyarakat,” ujarnya melalui akun Instagramnya.
Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi penyemangat seluruh jajaran Pemkot Banjarbaru untuk terus meningkatkan ketelitian pengawasan, memperkuat edukasi, dan memperluas kolaborasi dengan BPOM serta pihak terkait.
Lisa berharap Banjarbaru semakin unggul dalam pelayanan kesehatan dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh warga.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita wujudkan Banjarbaru sebagai kota yang sehat, aman, dan berdaya saing,” tandasnya.
Editor : Eddy Dharmawan



















