Wartaniaga.com, Banjarmasin — Upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap keadaan darurat di lingkungan pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan menggelar forum Coffee Morning bertajuk “Sinergi Tanggap Darurat di Pelabuhan” bersama para pemangku kepentingan, Selasa (23/7).
Kegiatan ini berlangsung di Kantor Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan dan dihadiri instansi seperti KSOP Kelas I Banjarmasin, Basarnas, TNI AL, Polairud, KPLP, Dinas Perhubungan, serta asosiasi pengguna jasa pelabuhan.
Sub Regional Head Kalimantan, Sugiono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk menciptakan sistem tanggap darurat yang solid dan adaptif. Ia menyoroti kompleksitas operasional pelabuhan yang membutuhkan respon cepat dan terpadu dalam menghadapi berbagai potensi risiko.
“Pelabuhan bukan hanya pusat logistik, tetapi juga titik temu keselamatan, pelayanan publik, dan keamanan. Kolaborasi adalah keharusan, bukan pilihan,” ujar Sugiono.
Pihak KSOP Kelas I Banjarmasin menekankan pentingnya prosedur kontinjensi yang terstruktur, mulai dari penanganan tumpahan bahan berbahaya (B3), evakuasi kapal, hingga pengendalian kebakaran. Hal ini sejalan dengan peran Basarnas dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang mengedepankan kecepatan dan koordinasi lintas instansi.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan struktur komando SAR serta berbagai jenis operasi, termasuk evakuasi medis dan penanggulangan pencemaran.
“Komunikasi dan kejelasan peran antar lembaga adalah faktor kunci keberhasilan dalam operasi penyelamatan,” jelasnya.
Pelindo sendiri memaparkan sejumlah langkah konkret, seperti penyusunan SOP tanggap darurat, pelaksanaan simulasi rutin, penguatan sarana proteksi kebakaran (APAR), patroli keselamatan, hingga penerapan sistem manajemen K3 dan ISPS Code. Junior Manager HSSE Pelindo juga menekankan pentingnya mitigasi risiko seperti kecelakaan kerja dan kebakaran kapal.
Forum ini menghasilkan sejumlah action plan, antara lain penjadwalan latihan gabungan secara berkala, pembentukan tim reaksi cepat di terminal utama, serta harmonisasi prosedur antar instansi. Diskusi berlangsung produktif dan menjadi wadah pertukaran pengalaman antar peserta.
Menutup kegiatan, Sugiono menegaskan komitmen Pelindo untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjadikan pelabuhan sebagai lingkungan kerja yang aman dan tangguh. “Kami ingin pelabuhan menjadi simbol efisiensi dan keselamatan. Sinergi adalah fondasinya,” pungkasnya.
Editor:Eddy Dharmawan



















