Wartaniaga.com. Amuntai – Guna upaya mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bersama Pondok Pesantren Diniyah Formal (PDF) Darussalam Desa Muara Tapus, Kecamatan Amuntai Tengah, Rabu (9/7/2025), melaksanakan penanaman perdana dalam rangka implementasi program One Pesantren One Product (OPOP) berbasis perkebunan.
Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, membuka secara resmi membuka kegiatatan tersebut, dihadirioleh Haridi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten HSU Haridi, para tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, dan para santri.
Sebanyak 1.200 bibit terong dan 1.200 bibit kacang panjang ditanam secara serentak sebagai simbol dimulainya aktivitas pertanian produktif yang dikelola langsung oleh lingkungan pesantren. Bibit tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah dan Dinas Pertanian dalam mendukung sarana prasarana budidaya pertanian berkelanjutan di pesantren.
Wakil Bupati HSU yang akrab disapa Iwan Alabio, mengatakan, bahwa program ini merupakan bentuk nyata dukungan Pemkab HSU terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan agribisnis di lingkungan pesantren.
“OPOP ini bukan hanya program menanam. Ini adalah langkah strategis membekali pesantren agar bisa mandiri secara ekonomi, menciptakan produk unggulan, serta menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan santri” Ujar Iwan Alabio
Lebih lanjut, Iwan Alabio menekankan bahwa integrasi pendidikan agama dan kewirausahaan melalui sektor pertanian akan menjadi salah satu kekuatan pembangunan daerah di masa depan. Ia berharap Ponpes Darussalam Muara Tapus dapat menjadi contoh sukses bagi pesantren lain di HSU maupun wilayah Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten HSU Haridi, juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan teknis, mulai dari penyuluhan, pengelolaan lahan, hingga proses panen dan pemasaran produk hasil kebun pesantren.
Sementara itu, Ustadz Busiri Hamdan Sebagai pimpinan PDF Darussalam menyampaikan Terima Kasih yang sangat Luar Biasa atas perhatian Pemerintah Daerah yang telah memilih ponpes mereka sebagai lokasi percontohan. Menurutnya, kegiatan ini telah membuka ruang baru bagi para santri untuk terlibat dalam aktivitas pertanian yang produktif dan mendidik.
Santri kini tidak hanya memegang kitab, tapi juga cangkul. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita menjadikan pesantren sebagai pusat pembelajaran yang holistik, dunia-akhirat,” ungkapnya.
Acara penanaman perdana ditutup dengan doa bersama dan harapan agar program ini dapat membawa keberkahan, hasil panen yang melimpah, serta mempererat kolaborasi antara pesantren dan pemerintah dalam mewujudkan ekonomi umat yang mandiri dan berdaya saing.
Reporter : Darma Setiawan
Editor : Aditya



















