Kementan Gelar FGD Agribisnis di Lahan Rawa Berbasis Pertanian Modern di Kalsel

FGD yang digelar Kementan di Banjarbaru

Dedi menambahkan peningkatan produksi padi melalui optimalisasi pemanfaatan lahan rawa berkelanjutan berbasis pertanian modern, sangat diperlukan sejalan upaya mengatasi krisis pangan yang terjadi dewasa ini, karena adanya konflik dan elnino yang terjadi sejak Februari 2023.

“Dampak dari El Nino stok beras turun signifikan, padahal di tahun-tahun dulu kita bisa menghasilkan 32,5 Juta ton, tahun ini hanya 30 juta ton beras, sementara jumlah manusia yang makan semakin meningkat, hampir 4 juta tiap tahunnya”, Ujar Dedi.

“Indonesia memiliki 33,3 juta ha rawa, sekitar 9,5 juta ha potensial untuk lahan pertanian produktif, oleh karenanya perlu segera dilakukan “Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi melalui Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Berkelanjutan Berbasis Pertanian Modern”. Di tahap awal akan dilakukan optimalisasi lahan rawa sebesar 400 ribu Ha pada 11 Provinsi di Indonesia dan pada Kalimantan Selatan sebesar 46,3 ribu Ha”, Ungkap Dedi.

Dedi menegaskan bahwa lahan rawa mempunyai keunggulan spesifik dapat menghasilkan padi saat musim kemarau, di mana agroekosistem lainnya mengalami kekeringan. Lahan rawa sumberdaya lahan yang potensial untuk tanaman pangan, namun secara alamiah memiliki karakter dan fisik lahan yang tidak subur dan air yang sulit dikendalikan, maka perlu dilakukan penerapan teknologi tepat.

Forum ini dilanjutkan paparan materi dari narasumber diantaranya Masganti dari BRIN tentang Menakar Keandalan Agribisnis Padi di Lahan Rawa. Pemateri kedua, Muhammad Noor dari BRIN tentang Pengolahan Tanah Spesifik Rawa : dari Tajak sampai Traktor.

Pemateri ketiga, Ani Susilawati dari BPSIP Lahan Rawa tentang Penyiapan SDM Agribisnis Lahan Rawa Dalam Meningkatkan Produksi Pangan Nasional, Pemateri terakhir ialah Idha Widi Arsanti selaku Kapusdik, Kementan tentang Rencana Pelibatan Petani Milenial.

FGD Agribisnis Dilahan Rawa Berbasis Pertanian Modern Tahun 2024 ini dilakukan juga sesi tanya jawab antara pemateri, tamu undangan bersama Staff Khusus Menteri Pertanian yaitu Sam Herodian, dan juga dengan beberapa Tenaga Ahli Menteri Pertanian.

Melalui FGD ini, ada 3 poin yang nantinya diharapkan oleh Kementan, Pertama, adanya tinjauan kebijakan, potensi, peluang dan kendala optimalisasi lahan rawa dalam konteks swasembada pangan nasional.

Kedua, adanya strategi dalam pengembangan agribisnis lahan rawa yang efektif dan efisien untuk menjamin swasembada pangan nasional dan kesejahteraan petani. Ketiga, adanya pembagian peran masing-masing stakeholder yang ikut terlibat dalam mengembangkan agribisnis lahan rawa berbasis pertanian modern.

Sumber : Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru (adv)

Pos terkait