FFD ini adalah suatu bentuk forum pertemuan antara para Petani, Peneliti dan Penyuluh untuk saling tukar-menukar informasi tentang teknologi yang dihasilkan oleh Peneliti dan umpan balik dari Petani, mengenai bahan organik yang telah diciptakan dapat dikenal manfaat dan keunggulannya serta diaplikasikan guna mendukung penuh pelaksanaan Genta Organik
Menurut Kepala Desa Masingai II, Mariadi, melalui gelaran SL Genta Organik ini, Kementan telah berhasil meyakinkan dan mengajak para petani. Bukan hanya untuk menggunakan pupuk organik / berimbang saja, namun juga petani mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri. Karena menurutnya produktivitas pertanian tetap meningkat meskipun dengan menekan biaya penggunaan pupuk.
“Harapannya pengaplikasian Genta Organik ini tidak hanya dilakukan oleh para petani yang ada di desa kami (Masingai II) saja, tetapi juga dilaksakan oleh petani lain di Tabalong ini khususnya dan di Indonesia umumnya.” harap Mariadi.
“Penggunaan pupuk organik atau berimbang ini mampu menghemat biaya produksi. Misalnya, untuk 15 borong kita mengeluarkan biaya sekitar 500 Ribu Rupiah. Sedangkan dengan genta organik, hanya mengahbiskan biaya 1/5 nya saja” tandasnya.
Pada kegiatan FFD tersebut juga disampaikan hasil kegiatan selain alih teknologi yang ada pada Genta Organik juga ada produk organik yang dihasilkan oleh peserta SL Genta Organik diantaranya Pupuk Bokashi, Pupuk Organik Cair (POC), Biochar Sekam Padi, dan Pestisida Nabati.
Sumber : SMK PP Banjarbaru




















