Sebagai langkah antisipatif, Ia menghimbau peternak dan pengepul unggas, agar melapor ke bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian HSU apabila ada unggas yang memiliki ciri suspek flu burung.
Pencegahan flu burung dapat dilakukan dengan menerapkan biosekuriti di peternakan seperti, penyemprotan kandang, mengisolasi hewan yang sakit dari hewan yang sehat serta membatasi akses antara peternak dan pengepul.
“Kita juga melaksanakan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) menyamakan persepsi terkait dengan pengendalian penyakit yang diakibatkan oleh virus,” jelasnya.
Putu berharap kepada para peternak untuk lebih aktif melapor apabila ada temuan ternak mati yang tidak diketahui penyebabnya.
“Mengingat luas HSU yang begitu luas dengan tenaga yang terbatas jadi harapan kita laporan aktif para peternak ini masuk ke tempat kita (bidang Kesehatan Hewan) untuk kita tindaklanjuti,” pungkasnya.
Reporter : Darma Setiawan
Editor : Aditya




















