Wartaniaga.com, Banjarmasin- Sebanyak 69 bakal calon (balon) kepala desa (pembakal) di 10 Desa dengan 7 Kecamatan se-Kabupaten Banjar mengikuti tes tertulis kelayakan, pengetahuan dan kapasitas di Universitas Lambung mangkurat (ULM).

Ketua DPC Asosiasi Pemerintahan Desa (APDESI) Kabupaten Banjar, M. Gazali mengatakan tes tertulis tersebut merupakan upaya memberikan pengetahuan dan kebijakan dalam menyikapi pilkades.
“Bakal calon ini bisa bijak untuk menyikapi hasil pilkades nanti, itulah yang terbaik pilihan warga,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Study Kebijakan Publik ULM, Dr Taufik Arbain,Sos.MSI menjelaskan ULM diberi amanah untuk membuat soal bagi balon pembakal se Kabupaten Banjar.
“Materi uji tertulis mencakup agama, budaya maupun pancasila, perundang- undangan dan pemerintahan,” ujarnya.
Pihaknya berharap para peserta bisa memahami dan menelaah setiap soal dengan cermat dan seksama, sehingga secara gamblang memahami isi pengetahuan.
Lanjut, materi soal tersebut dipastikan aman dan tidak bocor karena materi uji langsung di print komputer tanpa diperbanyak lewat fotocopy untuk menjaga kerahasiaan soal yang diberikan, sehingga kualitasnya terjamin.
Senada Kepala Dinas PMD Kabupaten Banjar, H Syahrialludin mengatakan sesuai dengan aturan amanah perundang- undangan maupun regulasi lainnya mengharuskan adanya seleksi.
“Jika balon pilkades tersebut lebih dari 5 orang, jika kurang dari jumlah tersebut maka tidak dilaksanakan tes tertulis guna mengukur kemampuan mereka berdasarkan rengking peringkat 1 sampai dengan 5 saja sisanya rangking 6 dan seterusnya tidak bisa ikut.
“Yang berhak ikut hanya lima orang tidak lebih jadi sisanya dinyatakan tidak bisa memenuhi syarat dan tidak bisa mencalonkan diri, ” tukasnya
Kesempatan tersebut juga dilaksanakan deklarasi damai bagi balon pembakal yang akan bertarung di pilkades serentak 17 November 2022 mendatang
Editor: Aditya




















