“Kita harus bangga. Karena, yang kita kerjakan mendapat apresiasi berupa rekor ini. Seluruh insan pertanian, baik petani, penyuluh, poktan, gapoktan, juga petani milenial harus semangat untuk menjaga produktivitas pertanian,” katanya.
Menurut Dedi Nursyamsi, hal terpenting dari pelatihan adalah meningkatkan kemampuan, kapasitas dan pengetahuan SDM pertanian.
“Kita dituntut untuk terus meningkatkan produktivitas untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat Indonesia. Hal itu bisa dilakukan jika SDM pertanian terus meningkatkan kemampuan diri,” katanya lagi.
Perlu diketahui bahwa sebelumnya sebelumnya, Sertifikat MURI telah diserahkan kepada Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, pada Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 (17/08).
Kementerian Pertanian RI dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) memecahkan rekor Peserta Pelatihan Terbanyak yang diikuti 1,6 juta peserta, tepatnya 1.610.655 orang pada kegiatan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh 2022.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo sendiri menyatakan, “Mudah-mudahan keberhasilan ini akan berdampak positif terhadap kinerja seluruh insan pertanian,” kata Mentan saat menerima Rekor MURI usai memimpin Upacara Bendera di kantor pusat Kementan, Ragunan.
Mentan menambahkan, kerja keras insan pertanian terbukti jadi pemicu utama tingginya produktivitas, sehingga Indonesia mampu mencapai swasembada dalam tiga tahun terakhir.
Sumber : Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru



















