Wartaniaga.com, Paringin – Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Paringin bersama Balai Perlindungan Tanaman Pangan
dan Hortikulturan (BPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, menangkal serangan penyakit Layu Fusarium pada tanaman porang dengan melakukan gerakan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di Desa Babayau, Senin (18/7).
Penyuluh Pertanian Desa Babayau Lisa Rahmawati menyebut, di Desa Babayau membudidayakan tanaman porang lebih dari 15 hektar.
“Desa Babayau ini populasi tanaman porang lebih dari 15 hektar terutama dari kelompok Tani Teratai, sehingga didapat hama dan penyakit yang menyerang tanaman ini,”terangnya.
Dengan adanya keluhan dari petani Porang tersebut lanjutnya, pihaknya bersama BPTPH melakukan pengendalian OPT bersama petani.
Sementara itu Petugas BPTPH Ahyar mengatakan, penyakit jenis layu fusarium ini mengakibatkan tanaman porang menjadi layu dan mati serta umbi yang didapat tidak normal.
“Meskipun tanaman porang relatif tahan terhadap hama dan penyakit, namun apabila tidak dikendalikan akan mempengaruhi hasilnya,”tuturnya.
Sementara Petugas POPT-PHP Kecamatan Paringin Ira Marsary juga mengungkapkan, pengendalian OPT juga dapat memanfaatkan obat alami yang ada disekitar.
“Untuk mengendalikan layu Fusarium yang menyerang tanaman porang ini juga bisa menggunakan obat alami seperti daun pepaya, batang bambu, dan nasi,”jelasnya
Lanjut Ira, dengan memanfaatkan obat alami, tanaman akan terhindar dari racun pestisida buatan yang diproduksi oleh pabrik.
Selain itu, M Abidin petani porang dari Desa Babayau mengatakan ia sebagai Kelompok Tani Teratai merasa terbantu dengan adanya kegiatan OPT tersebut.
“Dengan adanya kegiatan ini kami sangat terbantu dalam mengidentifikasi
organisme pengganggu pada tanaman porang kami,”pungkasnya.
Diketahui pembudidaya tanaman porang menjadi program unggulan Pemkab Balangan, pasalnya tanaman porang memiliki nilai
ekonomis dan Balangan juga memenuhi pasar Ekspor luar negeri.
Reporter : Siti Nur Janah
Editor : Aditya




















