RSJ Sambang Lihum Terima Pelayanan Rehabilitasi

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Tanah Bumbu- Angka penggunaan Narkotika di Provinsi Kalimantan Selatan alami peningkatan.

Melalui rilis resmi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalsel, sedikitnya ada sekitar 1.600 orang terjerat kasus narkoba. Sementara 2.000 lebih ditetapkan sebagai tersangka.

Tidak hanya itu, prevalensi pengguna narkoba di Kalsel selama pandemi meningkat tajam bahkan kini berada dilevel 57 ribu. Angka tersebut pun belum termasuk pemakai obat-obatan terlarang alias berbahaya.

Hal tersebut menjadi perhatian serius oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi usai menggelar sosialisasi pola tarif pelayanan pada Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.

BACA JUGA:  Alpiya Ajak Warga Cerdas Memilih Pemimpin

“Pemerintah darerah terutama pada pelayanan yang dimiliki RSJ Sambang Lihum dapat turut membantu menurunkan pemakai narkotika,” bebernya.

Ia menjelaskan RSJ milik Pemprov Kalsel  sudah sangat siap akan hal tersebut. Bahkan, jangkauan layanannya pun bukan hanya Kalsel tetapi juga Kalteng.

“Masyarakat tak perlu ragu lagi untuk meminta layanan terbaik dari rumah sakit,” ujarnya.

Selain terakreditasi, fasilitas dan tenaga kesehatan yang dimiliki pihaknya sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga telah menyandang status ahli dan mempuni.

“Kalau ini dimaksimalkan tentu berpontesial menekan bahkan mengurangi penggunaan narkotika di Kalsel,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Keuangan RSJ Sambang Lihum, Indra Nurul Huda, membeberkan, rumah sakit milik Pemprov Kalsel tidak hanya menyembuhkan pengidap kelainan jiwa saja, pihaknya juga membuka pelayanan bagi khusus bagi yang mendapat rehabilitasi agar sembuh dari kecanduan narkotika.

BACA JUGA:  Berharap Bantuan Cepat dan Tepat Pada Titik Posko

“Saat ini kita belum ada penerapan pola tarif untuk VVIP khusus rehabilitasi narkoba meskipun layanan unggulannya masih kejiwaan,” bebernya.

Meski fokus kejiwaan, tutur Indra, pelayanan rehabilitasi narkotika di RSJ Sambang Lihum tetap berjalan dan bahkan rencananya menambah ruangan baru bagi korban Napza.

“Ruangannya masih terbatas, jadi akan dibangun lagi dan nantinya ada kelas menengah ke atas dan VVIP karena proses rehabilitasi terkadang pasien tak ingin digabung,” imbuhnya.

Editor: Aditya

Pos terkait