Wartaniaga.com, Kandangan- Tim Percepatan Penuruan Stunting (TPPS) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar rapat dengan agenda pembahasan aksi di lapangan untung penanganan stunting di wilayah tersebut.
Kegiatan ini dilakasanakan dalam upaya penanganan stunting atau gizi buruk pada anak,yang turut dihadiri langsung oleh Bupati HSS H. Achmad Fikry, Wakil Bupati (Wabup) HSS yang juga selaku Ketua Tim TPPS Syamsuri Arsyad, Ketua TP. PKK Kab. HSS Hj. Isnaniah bersama dengan pengurus dan para kepala OPD yang tergabung dalam Tim TPPS Kab. HSS, bertempat di Aula Ramu, Rabu (29/6).
Disampaikan dalam rapat tersebut angka stunting di Kab.HSS berjumlah 811 orang dengan beberapa persoalan yang mendasar seperti masalah kecukupan gizi atau pangan, ada juga masalah kesehatan sanitasi dan yang juga perlu mendapat perhatian adalah persoalan perilaku orang tua.
Wabup Mengungkapkan pemetaan atau road map persoalan stunting menjadi hal yang sangat penting agar apa yang dilakukan benar-benar tepat sasaran, tepat waktu dan kerja dalam melakukan penanganan stunting.
“ Melalui pemetaan ,kita dapat mengetahui daerah yang perlu penanganan khusus dalam upaya mengatasi masalah stunting di HSS”ucapnya.
Senada dengan Wabup, Bupati HSS Achmad Fikry mengatakan langkah yang pertama dalam penanganan stunting ini dengan memastikan data nama dan alamat anak yang mengalami stunting kemudian baru akan di lakukan intervensi penanganannya.
Dari intervensi yang dilakukan dapat dilihat persoalan yang mendasari , semisal masalahnya ada sanitasi maka akan segera di lengkapi, Dan ini kata bupati tidak harus bicara anggaran melainkan kerja cepat di lapangan.
“Insyaallah ini tinggal menunggu data, dihitung berapa biaya membikin wc dengan dua perlakuan ada wc dia air dengan menggunakan teknologi tepat guna dan wc yang biasa di darat, mohon dukungan kita semua untuk bisa membantu” katanya.
Dalam hal pemenuhan Gizi, lanjut Bupati Fikry akan dilaksanakan melalui anggaran yang ada pada Dinas Kesehatan kemudian bisa juga di kawal menggunakan data bantuan langsung tunai dari Kementian Sosial.
“Salah satu dana bantuan itu kan di peruntukkan untuk kepentingan anak, agar uang yang di dapat itu betul-betul di gunakan untuk anak maka akan kita siapkan Toko Tani Indonesia (TTI) yang akan di koordinir oleh Dinas Ketahanan Pangan”, tuturnya
Dijelaskannya persoalan stunting ini tidak hanya dialami oleh orang yang tidak mampu, dan selama ini ada juga ditemukan dari keluarga yang di anngap mampu, peran penyuluh di perlukan dalam melakukan pendekatan dengan keluarga tentang bagaimana pola hidup sehat, pola makan di rumah agar anak yang statusnya stunting bisa bergeser jadi tidaj stunting dengan pola makan yang lebih baik.
Menurutnya kata kunci penanganan stunting ini adalah kolaburasi bersama dalam penangannnya dan juga perubahan perilaku keluarga untuk bisa hidup sehat.
Reporter : Amutz
Editor : Aditya




















