Wartaniaga.com, Tanah Bumbu – Wakil Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan mengajak Kepala Desa/Dusun yang berada di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu untuk ikut serta menggaungkan penerapan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat ditengah merebaknya Omicron.
Anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menjelaskan merebaknya pandemi COVID-19 yang bermutasi menjadi Omicron perlu diwaspadai.

“Jelas, semua menginginkan tidak mau menjadi zona merah. Jadi selain menjaring aspirasi, kami di DPRD Kalsel turut ikut mengedukasi warga bahaya virus,” tuturnya.
Yani Helmi yang menjabat sebagai anggota legislatif di Komisi II bidang ekonomi dan keuangan, menyebutkan, selain memaksimalkan pelaksanaan tracing, tracking dan treatment (3T) untuk langkah pencegahan, pelaksanaan vaksinasi untuk kategori umum, lanjut usia hingga anak juga harus digencarkan.
“Masyarakat hati-hati dalam melakukan aktivitas di luar, terutama juga peserta didik yang masih kecil baik SD ataupun SMP ini yang paling rentan terhadap Omicron,” imbaunya.
Terkait vaksin, jangan sampai masyarakat menolak dari dosis pertama, kedua hingga ketiga (booster) tidak ada hal yang menyakitkan kecuali orang yang dalam keadaannya komorbit dan itu pasti dipertimbangkan oleh dokter.
Bahkan, ia meminta agar Kampung Tangguh Banua (KTB) di desa/dusun kembali dihidupkan. Tentu, langkah ini sebagai antisipasi dalam menekan angka penambahan kasus COVID-19 di Kabupaten Tanah Bumbu.



















