Wartaniaga.com-Rantau – Melambungnya harga cabai dipasaran akibat persediaan yang tidak banyak dan sebagian gagal panen, sehingga masyarakat diharapkan bisa menanam cabai dipekarangan atau dibelakang rumah untuk kebutuhan rumah tangga masing-masing keluarga.
Salah satu komponen masakan adalah cabai, bahkan oleh sebagian orang wajib ada dalam makanan sebagai penambah selera dan meningkatkan cita rasa suatu masakan.
Penggunaan lahan dengan cara Integrated Farming System (IFS) sangat menguntungkan petani, dimana sistem ini memadukan tehnik pertanian dengan upaya memanfaatkan keterkaitan antara tanaman perkebunan, pangan, hortikultura, hewan ternak dan perikanan, untuk mendapatkan agro ekosistem.
Untuk itu, Kodim 1010/Tapin memanfaatkan lahan dengan sistem IFS yang sudah terbukti effektif dalam tekhnologi pertanian. Salah satunya adalah menanam cabai di Desa Bitahan Baru Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin Rantau.
Berselang 3 pekan, pertumbuhan Cabai di lahan IFS Kodim 1010/Tapin terus dipantau. Kegiatan di lahan IFS tersebut dicanangkan Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso beberapa hari lalu.
Penanaman cabai di lahan tersebut sebagai program unggulan dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional yang memadukan pertanian, peternakan serta perikanan.
Kapten Inf Yanto selaku Pasiter Kodim 1010/Tapin mengatakan bahwa, program yang telah dicanangkan Pangdam VI/Mulawarman, dilanjutkan dengan pengaplikasian di lapangan yang berada di Desa Bitahan Baru, Kecamatan Lokpaikat tersebut.
“Penggarapan IFS sendiri, melibatkan Kelompok Tani Desa setempat yang didukung langsung PT Hasnur Riung Sinergi,”ungkapnya, Kamis (27/1/22).
Terkait tanaman cabai Pasiter menjelaskan, 3 pekan sesudah ditanam, bibit cabai rata-rata ketinggiannya sekitar 30 centimeter.
Dia juga memaparkan bahwa, perawatan dari mulai pemupukan hingga pembersihan gulma secara rutin dilaksanakan, dengan harapan semoga panen tidak gagal akibat hama.
“Selain itu, kami berharap dengan pengolahan lahan seluas 0,25 hektare, dapat mendukung ketahanan pangan nasional secara 100 persen, khususnya di wilayah Kabupaten Tapin,”pungkasnya.
Editor : Eddy Dharmawan




















