Sabet Emas, Hero Pariyono Sempat Keluhkan Performa Fisik

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,JAYAPURA – Atlet angkat berat Kalimantan Selatan Hero Pariyono masih menjadi lifter dengan angkatan tertinggi, saat bertanding di kelas +170 kilogram Peparnas XVI Papua, di Suny Garden Lake Hotel Sabtu (13/11) siang.

Ia mampu mengangkat beban tertingginya di angkatan kedua seberat 167 kilogram, mengalahkan lifter asal DI Yogyakarta, Faris Fadhli yang membukukan angkatan 161 kilogram. Sementara untuk angkat ketiga 170 kilogram, Hero gagal melakukan angkatan.

Pada Peparnas XVI Papua ini, angkatan Hero sendiri dinilai menurun. Pasalnya, pada Peparnas Jabar 2016 lalu, ia bermain di kelas 97 kilogram dengan total angkatan 180 kilogram.

Rekor angkatan tertinggi itu kini telah digantikan oleh lifter asal Jawa Tengah, Atmaji Priambodo yang mencatatkan 195 kilogram. “Saya sempat pindah kelas dari kelas 97 kg menjadi 107 kg, karena kita melihat peluang terbatas di kelas 97 ada atlet dunia, terkait angkatan yang turun karena cuaca disini, selama beberapa hari disini, berat badan turun naik,” ucap Hero

BACA JUGA:  Barito Putera Kerjasama Dengan PT Maming 69

Menyikapi hasil ini, pelatih angkat berat NPC Kalsel Sumansyah tak menampik jika anak asuhannya tampil tidak dengan performa terbaiknya.

“Alhamdulillah Hero dapat emas, meski demikian angkatannya sangat turun drastis di banding Peparnas Jabar 2016 lalu,” ucap Mansyah.

Selain Hero, empat lifter Banua lainnya, juga gagal menorehkan prestasi. Terakhir, Yovi Tirtalova harus menelan tiga kali kegagalan angkatan, saat turun di kelas 107 pada hari terakhir pelaksanaan Peparnas XVI Papua.

 

Editor:Ahmad Yani

Pos terkait