Tingkatkan Kualitas, Petani Dilatih Mengolah Beras Premium

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Martapura – Para perwakilan petani kecamatan Gambut, Sungai Tabuk dan Kertak Hanyar berkumpul di Desa Abumbun Jaya, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar dilatih pengolahan beras agar berkelas premium.

Pelatihan yang diadakan oleh LPBI NU Kalsel ini didukung oleh UNDP dalam program perbaikan ekonomi masyarakat pasca bencana banjir.

Sekretaris LPBI NU Kalsel, Najmi Fuadi mengatakan pertanian adalah sektor yang paling parah terdampak banjir di awal 2021 lalu. Karena itu program perbaikan ekonomi ini dijalankan agar ketahanan ekonomi petani bisa lebih baik.

“Petani yang kita undang hanya bisa sedikit, namun demikian kita berharap mereka bisa menjadi model untuk bisa diduplikasi oleh petani lainnya,” ungkap Najmi.

BACA JUGA:  Tindaklanjuti Intruksi Kapolri, Polres Tala Gelar Operasi Premanisme Skala Besar

Ia mengatakan ketika terjadi banjir lalu, banyak petani menyimpan gabahnya di rumah, berharap bisa menjualnya ketika harga naik. Namun musibah banjir telah merendam padi tersebut.

Di pelatihan ini, petani diberi pengetahuan bagaimana cara mengolah beras berkualitas baik, kemudian nanti juga akan ditraining bagaimana pengemasan dan pemasarannya.

“Para petani tidak harus selalu menyimpan gabahnya di rumah menunggu harga naik,” ungkap pria yang juga menjadi dosen UNU Kalsel.

Salah satu Petani Milenial, Adiansyah menjelaskan sudah menjalankan bisnis penjualan beras dijadikan sebagai pendamping petani.

Menurutnya, jika petani menginginkan kesejahteraan, maka pola penjualan harus diubah. Kuncinya adalah jangan menjual gabah, tetapi harus menjual beras giling. Apalagi jika dibuat menjadi premium dan dikemas dengan baik.

BACA JUGA:  Jumlah Kapal Bersandar di Dermaga PPI Kotabaru Meningkat Hingga 50%

Editor: Aditya

L

Pos terkait