Imam Suprastowo Berharap, Rehabilitasi Hutan Bukan Sekedar Cost Center, tapi Bisa Menjadi Profit Center

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Pelaihari – Masifnya sosialisasi/penyebarluasan Peraturan Daerah No 7 Tahun 2018 Tentang Gerakan Revolusi Hijau yang dilakukan oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Imam Suprastowo bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan ( KPH ) Tanah Laut mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Banyaknya permintaan terhadap bibit tanaman yang disediakan oleh KPH Tanah Laut menjadi bukti bahwa betapa pentingnya Gerakan Revolusi Hijau yang gencar mereka gaungkan di Bumi Tuntung Pandang.

Dalam pelaksanaannya, Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dan KPH Tanah Laut bukan hanya sekedar mensosialisaikan, namun wujud nyata terkait dengan Perda No 7 Tahun 2018 tersebut juga dilakukan, dengan menggandeng beberapa pihak seperti Kelompok Tani Hutan ( KTH ), Karang Taruna, Aparat Desa dan Kecamatan serta beberapa lembaga sosial kemasyarakatan lainnya Imam Suprastowo bersama KPH Tanah Laut telah melakukan penghijauan dengan menanam beraneka jenis bibit tanaman di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Tanah Laut.

BACA JUGA:  JAGA Melalui PMI Tala Kucurkan DanaRp 400 JutaBantu Warga Buat Jembatan

Imam Suprastowo menuturkan bahwa masih ada sekitar 200 ribu hektar dari 1.7 juta hektar luas keseluruhan hutan di Kalimantan Selatan yang berkurang fungsinya, sedangkan lahan kritis diluar kawasan hutan yang harus dihijaukan mencapai 300 ribu hektar.

” Kita berharap rehabilitasi atau penghiajuan bukan hanya cost center ( pusat biaya ), tapi bisa menjadi profit center ( pusat laba ), dimana hutan bisa menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat/daerah ” ucap Imam Suprastowo disampingi Kepala KPH Tanah Laut Rahmad Riyansyah saat menggelar kegiatan Sosialisasi/Penyebarluasan Perda No 7 Tahun 2018 tentang Gerakan Revolusi Hijau di Aula Kecamatan Jorong ( 29/6 ).

 

Penulis : Tony Widodo

L

Pos terkait