Legistator Balangan Berharap Instansi Terkait Segera Menyikapi Keluhan Masyarakat Terkait Jalan Utama

  • Whatsapp
Samsudinoor, SE Anggota DPRD Kab. Balangan

Wartaniaga.com, Paringin -Kerusakan jalan di wilayah kabupaten berjuluk Bumi Sanggam semakin meluas, imbas dari pembatasan armada angkutan yang melintas di jembatan ibukota Kabupaten Balangan, Paringin, karena mengalami keretakan, banyak dikeluhkan warga.

Seyogyanya, aktivitas armada angkutan dengan tonase berat yang lalu lalang selama 24 jam, menggunakan jalur lintas jalan nasional A Yani di Kabupaten Balangan tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balangan, Samsudi Noor, Senin, (12/4) mengatakan, sejak jembatan Paringin mengalami keretakan sekitar pertengahan Januari 2021, membuat intansi terkait melakukan pembatasan tonase angkutan yang melintas, ditambah pula pembatasan tinggi maksimal angkutan.

“Hal tersebut dikarenakan masih banyaknya armada yang mencuri kesempatan melintas, dan berpotensi membahayakan sekaligus memperparah kerusakan,” ungkap politisi Partai Demokrat tersebut.

BACA JUGA:  Sekda Tala H. Dahnial Inginkan Desa Handil Maluka Menjadi Desa Layak Anak

Jalur angkutan berat pun dialihkan ke jalan Garuda Maharam yang merupakan jalan utama menuju Perumahan Dinas Bupati Balangan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

“Tentu saja kerusakan tak dapat pula dihindari, karena memang jalan tersebut tidak disiapkan untuk angkutan dengan tonase berat, akan tetapi hanya itu yang bisa dijadikan solusi sementara,” tuturnya.

Pos terkait