Terkait Permasalahan PT. Indoraya, Dahnial Kiffli Apresiasi Sikap Permada Tala

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Pelaihari – Sekda Kabupaten Tanah Laut Drs. Dahnial Kiffli M.AP menerima perwakilan masyarakat Kintap yang dalam hal ini diwakili oleh Permada ( Persatuan Masyarakat Adat ) Tanah Laut untuk melakukan audensi terkait permasalahan dengan PT. Indoraya Everlatex / PT. PKIS Kintap.

Kedatangan Permada untuk melakukan audensi tersebut mendapatkan apresiasi dari Dahnial Kiffli, menurutnya apa yang telah dilakukan oleh Permada merupakan sebuah pencerminan dari ciri khas bangsa Indonesia, yakni melakukan musyawarah untuk mencapai suatu mufakat, bukan dengan cara demo atau kegiatan lain yang justru akan menimbulkan permasalahan baru.


Dahnial Kiffli menuturkan bahwa dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat VIP Setda Kabupaten Tanah Laut tersebut telah dihasilkan tiga butir kesepakatan yang ditandatangani oleh Kedua belah pihak.

Point pertama adalah Pemkab Tala menerima lima point bahan permasalahan masyarakat Kintap yang diwakili Permada Tanah Laut dengan PT. Indoraya Everlatex / PT. PKIS, Point kedua Pemkab Tala akan mempelajari bahan permasalahan dan menyampaikan hasilnya kepada Bupati Tanah Laut untuk pengambilan kebijakan selanjutnya dan point yang ketiga adalah Pemkab Tala segera menyelesaikan permasalahan yang disampaikan.
” Terima kasih kepada Permada yang telah bersilaturahmi kepada kami, hasil pertemuan ini akan segera kami tindaklanjuti dengan melakukan rapat bersama, semoga semua bisa segera selesai dan membawa kebaikan bagi semua pihak ” tegas Dahnial.

BACA JUGA:  Wahid : Era Mardani Jalan di Tanbu Mulus

Ketua Umum Permada Tanah Laut, Abau menambahkan sejatinya hari ini pihaknya akan melakukan demo dengan membawa massa sekitar 300 orang, namun mengingat saat ini tengah dalam situasi Pandemi Covid-19 dan juga atas arahan dari pihak Polres Tanah Laut maka cukup hanya beberapa orang perwakilan saja yang datang untuk melakukan audensi dengan pihak Pemkab Tala.

Dalam audensi tersebut masyarakat Kintap yang diwakili oleh Permadi menyampaikan 5 point tuntutan terhadap PT. Indoraya Everlatex / PT. PKIS yang selama ini menjadi permasalahan, mereka meminta pihak Pemkab Tala untuk menyelesaikan permasalahan tersebut karena sudah berlangsung sangat lama dan berlarut-larut.

Kelima point tersebut adalah, 1. Agar PT PKIS mengembalikan lahan / Plasma masyarakat seluas 700 hektar yang digunakan sebagai kebun inti perusahaan tanpa ganti rugi. Point yang ke 2 adalah agar lahan Daerah Aliran Sungai ( DAS ) yang di tanami kelapa sawit oleh PT PKIS segera dikembalikan kepada negara dan dikembalikan sebagaimana fungsinya. Point ke 3 adalah agar PT PKIS mengembalikan fungsi lahan kawasan hutan yang di kebuninya kelapa sawit dan mengembalikannya kepada negara, dan agar Polres Tanah Laut menangkap PT PKIS atas pendudukan kawasan hutan tersebut. Point ke 4 Agar PT PKIS mem PHK karyawan yamg didatangkan dari daerah timur dan digantikan oleh masyarakat setempat. Point ke 5 adalah agar PT PKIS memiliki Hak Guna Usaha ( HGU ) atas lahan yang diusahakannya di Kintap, apabila tidak mendapatkan HGU dari pemerintah maka kami minta agar PT PKIS menghentikan kegiatan usahanya atas lahan yang tidak ada HGUnya.

BACA JUGA:  Laksanakan Program Polda, Kapolres HSU Turun Langsung Bagikan Masker

Dituturkannya saat ini masyarakat Kintap hanya bisa menggantungkan hidupnya dengan melakukan pekerjaan membrondol ( memungut buah sawit yang jatuh ke tanah ), sementara pihak perusahaan justru mendatangkan pekerja dari luar.
” Melihat masyarakat dalam kesusahan dan diperlakukan tidak adil itulah yang membuat kami datang ke Pemkab Tala untuk mendesak semua pihak agar permasalahan ini segera diselesaikan ” jelasnya.

Penulis : Tony Widodo

Pos terkait