Pedagang di Lapak Kuliner Taman Mina Tirta Pelaihari Merasakan Dilematis

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Pelaihari- Berpindahnya Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Hadji Boejasin Pelaihari dari Jalan H Boejasin ke bangunan baru di Sarang Halang Kecamatan Pelaihari yang hampir bersamaan dengan hantaman badai Pandemik Covid-19 menimbulkan dampak tersendiri bagi roda perekonomian sebagian masyarakat.

Salah satu dampak yang sangat jelas terlihat adalah dengan tutupnya puluhan lapak kuliner di Taman Mina Tirta yang lokasinya berada tepat di samping eks RSUD H Boejasin yang saat ini telah beralih fungsi menjadi Fasyansus pasien Covid-19.

Janatul Fardiah ( 42 ), salah seorang pedagang yang berjualan di lapak milik Pemerintah Daerah yang di kelola oleh Dinas Pariwisata tersebut menuturkan, dari 11 lapak yang ada saat ini hanya dirinya seorang diri yang masih bertahan, sementara rekan-rekannya yang lain memilih untuk sementara waktu tidak menggelar dagangannya.

BACA JUGA:  Banjir HSU Rendam 104 Desa di 6 Kecamatan

Hal ini cukup dilematis dirasakan ujarnya, sebab perasaan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat sepinya pengunjung yang datang menjadi faktor utama bagi mereka untuk tidak membuka lapaknya, jelas Janatul.

” Dulu waktu Fasyansus masih jadi Rumah Sakit biasa, pembeli sangat ramai, terutama para pengunjung rumah sakit dan keluarga pasien, kalau sekarang cuma satu atau dua orang yang datang, biasanya para ASN yang istirahat siang atau pengendara yang melintas ” ucapnya.

Keputusan para pedagang untuk tidak berjualan tentu saja memiliki dampak perekonomian bagi keluarga mereka, selain tidak mendapatkan penghasilan, para pedagang tersebut harus tetap membayar uang sewa/kontrak lapak yang mereka tempati kepada Pemerintah Daerah.
Kontrak yang di tandatangani satu tahun sekali tersebut menyatakan bahwa mereka harus membayar sebesar Rp 1.200.000/tahun.

Pos terkait