Soal Ditribusi Jadi Penyebab Kelangkaan Bahan Pokok

Kabid Fasilitas dan Sarana Distribusi Perdagangan Kabupaten Balangan, Sugiatun Mukminati, S.Sos . M.si

Wartaniaga.com, Paringin – Kelangkaan beberapa Bahan Pokok (Bapok) di pasaran akibat bencana banjir yang menerpa beberapa Kabupaten dan Kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) akan teratasi dalam minggu-minggu ini. Hal ini disampaikan, Kabid Fasilitas dan Sarana Distribusi Perdagangan Kabupaten Balangan Sugiatun Mukminati, S.Sos . M.si kepada Wartaniaga, Kamis (11/2).

Ia mengungkapkan, ada beberapa hal yang mengakibatkan terjadinya kelangkaan bahan pokok di kabupaten Balangan diantaranya pertanian yang gagal panen dan terhambatnya transportasi suplay dari luar daerah.

“Seperti yang kita ketahui ada jembatan putus sehingga menjadi penghambat distribusi ke daerah Hulu Sungai menjadi salah satu kendalanya,” ujarnya saat ditemui dikantornya.

Menurutnya, bahan pokok menjadi langka bukan karena tidak ada ketersediaannya, namun karena distribusi ke daerah memerlukan proses dan melibatkan banyak pihak sehingga memakan banyak waktu belum lagi kendala keadaan jalan yang terputus di beberapa daerah.

“Untuk distribusi kita melibatkan banyak pihak dan ada prosesnya serta kondisi jalan yang terputus tentu menjadi penyebabnya,” Jelasnya

Ia mencontohkan, harga bahan pokok yang saat ini mengalami kenaikan tajam yaitu gula putih.

“Kemarin sudah mencapai harga Rp14.000/kg bahkan di kabupaten lain sudah mencapai Rp16.000 per/kg, tetapi minggu ini sudah mulai berangsur turun,” sebutnya.

Pada kesempatan ini, tambahnya Pemkab Balangan  sedang mencari cara  bagaimana ketersedian bahan pokok  terus tersedia di wilayah ini.

“Kami  berharap agar masyarakat tidak menyetok bahan pokok sehingga tidak menimbulkan kelangkaan di pasaran,”pungkasnya.

 

Reporter : Siti Nur Jannah

Editor : Nirma Hafizah

Pos terkait