HUT IWAPI Ke 46, Sederhana Namum Istimewa

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Pelaihari  –  Sederhana namun istimewa, kesan tersebut terlihat pada perayaan hari ulang tahun Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ke 46 di Kabupaten Tanah Laut.

Di bawah tenda berukuruan 4×4 meter persegi para pengusaha wanita tersebut rayakan hari istimewa mereka secara sederhana bersama puluhan warga korban dan terdampak bencana banjir di lokasi pengungsian.

Tak ada nyanyian selamat ulang tahun, yang ada hanyalah doa agar musibah yang terjadi di Indonesia khususnya bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tanah segera berakhir.

Ketua IWAPI Kabupaten Tanah Laut, Hj Orbawati menuturkan momen perayaan ulang tahun IWAPI kali ini sengaja mereka gelar bersama warga di lokasi pengungsian desa Tungkaran, selain menyerahkan  bantuan, kehadiran mereka juga untuk memberikan dukungan moril kepada warga, karena sebagian dari mereka saat ini masih diliputi rasa ketakutan dan trauma pasca musibah yang mereka alami.

BACA JUGA:  Usaha Merangkai Hijab hingga Bertemu Ibu Negara

“Saat hujan turun mereka selalu merasa cemas dan was-was, peristiwa banjir dan tanah longsor beberapa waktu yang lalu terus menghantui pikiran mereka, ” ucap Orbawati.

Agar rasa ketakutan dan trauma yang dialami warga bisa berangsur hilang, IWAPI akan melakukan berbagai macam kegiatan pelatihan, mulai dari kursus menjahit, pembuatan aneka kuliner bahkan sampai membuat kerajinan anyaman, kedepan diharapkan dengan kemampuan yang mereka miliki bisa dimanfaatkan untuk membantu perekonomian keluarga.

Sementara itu Kepala Desa Tungkaran, Aliansyah mengucapkan terimakasih  kepada IWAPI yang sudah berkenan merayakan hari jadinya bersama warganya di lokasi pengungsian. Meskipun secara sederhana namun sangat istimewa bagi warga, dirinya berharap kehadiran IWAPI bisa menjadi penyemangat bagi warganya yang saat ini tengah dilanda musibah.

BACA JUGA:  5 Cara Lepas dari Jeratan Utang, Patut Dicoba !

Aliansyah menuturkan sedikitnya ada sekitar 7 kepala keluarga yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian, mereka masih diliputi rasa kecemasan dan trauma pasca musibah yang mereka alami.

Dengan berbagai macam kegiatan pelatihan yang nantinya akan diberikan oleh IWAPI tentunya bisa menjadi salah satu upaya untuk mengurangi rasa trauma yang dialami warga.

” Mereka tidak berani pulang, takut kalau-kalau terjadi banjir dan longsor lagi,” jelasnya.

 

Reporter : Tony Widodo

Editor : Nirma Hafizah

Pos terkait