Wartaniaga.com, Pelaihari – Tim Monitoring dan Penertiban Harga Eceran Tertinggi ( HET ) elpiji 3 kg yang dipimpin Wakil Bupati Tanah Laut (Tala), Abdi Rahman maksimalkan hasil evaluasi dengan langsung turun kelapangan.
Langkah awal dengan memanggil dan mendata para pengecer yang menjual elpiji 3 kg diatas HET telah dilakukan Tim Monitoring melalui Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tata.
Setelah dilakukan pendataan dan pembinaan, para pengecer tersebut selanjutnya melakukan penandatangan surat perjanjian yang menyatakan bahwa mereka tidak akan lagi menjual elpiji 3 kg di kios mereka.
Tindakan tegas dengan melakukan penyitaan akan dilakukan bila para pemilik kios tersebut nantinya tidak mengindahkan isi surat pernyataan tersebut.
Plt Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Laut, HM Faried Widyatmoko menegaskan kegiatan pemanggilan dan pendataan terus dilakukan pihaknya, saat ini sedikitnya sudah 6 Kecamatan yang mereka sambangi.
“Kami menghimbau kepada pemilik warung agar tidak menjual LPG, karena hanya pangkalan yang diberikan ijin untuk menjual LPG ke masyarakat” tegasnya, Selasa (9/2).
Pembinaan dan pendataan bukan hanya dilakukan terhadap para pengecer dan pemilik kios, pemanggilan para pemilik pangkalan juga telah dilakukan.
Wakil Bupati Tala, Abdi Rahman menemui langsung para pemilik pangkalan tersebut untuk dimintai keterangan terkait banyaknya laporan dan keluhan warga atas kelangkaan dan mahalnya harga elpiji 3 kg yang beredar di masyarakat.
Selain melakukan pembinaan dan pendataan kepada para pengecer dan pemilik pangkalan elpiji, Abdi Rahman juga mengintruksikan kepada Satpol PP agar terus melakukan tindakan penertiban selama 1×24 jam, baik saat memakai baju dinas ataupun tidak memakai baju dinas, hal tersebut dimaksudkan agar pembinaan dan penertiban tersebut berefek langsung ke masyarakat.
“Jangan hanya patroli, karena patroli sifatnya hanya memantau, ambil tindakan yang lebih agresif sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada sampai harga dan ketersediaan LPG khususnya 3 Kg kembali normal” tegas Abdi Rahman.
Reporter : Tony Widodo
Editor : Nirma Hafizah




















