Wartaniaga.com, Barabai-Banjir yang melanda kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sejak, Kamis (14/1) meninggalkan luka mendalam bagi warga Bumi Murakata.
Plt Sekda HST, Ir H Faried Fakhmansyah menyebutkan, sudah ada sebanyak delapan orang meninggal, tujuh orang di Kecamatan Hantakan dan satu orang di Kecamatan Barabai.
Selain itu, sebanyak delapan ribu jiwa mengungsi dan 68 ribu jiwa terdampak.
“Sebanyak 16 ribu lebih rumah di 10 kecamatan dari 11 kecamatan di HST juga tergenang banjir” tuturnya, Selasa (19/1).
Menurutnya, dampak terparah terjadi di Kecamatan Hantakan dan Barabai. Di Kecamatan Hantakan bahkan banjir bandang yang menghancurkan ratusan buah rumah warga dan di Kecamatan Barabai melumpuhkan kota, karena seluruh fasilitas umum terendam banjir.
“Di hari keenam ini, masih ada dua kecamatan yang masih airnya belum surut, yaitu beberapa desa di Kecamatan Pandawan dan Labuan Amas Utara” ujarnya.



















