“Program-program yang berkaitan dengan lansia dan disabilitas menjadi program prioritas akan kita wujudkan, sehingga keindahan Kota Banjarmasin dapat diakses oleh semua warga tanpa terkecuali. Prinsip sederhananya bagaimana program Baiman 2 yang berkaitan dengan lansia tangguh lansia mandiri ini akan diwujudkan,” imbuh Wali Kota yang diundang secara khusus untuk menjadi pembicara Best Praktice di Washington DC tersebut.
Lanjutnya, pada program nomor 6 disebutkan bahwa program ruang terbuka publik ramah anak, ramah lansia dan ramah disabilitas disetiap kecamatan. Dan saat ini program Banjarmasin Baiman sudah memasuki ruang-ruang umum di Kota Banjarmasin seperti terbangunnya taman-taman yang ramah difabel.
“Program ini juga akan merambah ke tingkat kecamatan sesuai dengan program no 6 yang kita cantumkan dalam 20 program Baiman dan Lebih Bermartabat,”jelasnya.
Terkait rumusan-rumusan dan perlibatan disabilitas dan lansia, Ibnu mengatakan pembangunan sejak dari awal di Banjarmasin merupakan kota pertama yang melaunching roadmap kota inklusi di Indonesia.
“Kita akan segera wujudkan agenda-agenda sesuai dengan master plan yang sudah kita rencanakan,” Pungkasnya.
Penulis : Aditya




















