“Menggali potensi daerah gambut HSU berhasil,hal ini terlihat dengan mendunianya kerajinan yang berbahan dasar dari lahan gambut yaitu tanaman purun dan juga HSU merupakan mitra kerja kami yang berani melakukan inovasi,hanya sedikit daerah yang berani melakukannya,” bebernya.
Sementara itu, Bupati HSU Abdul Wahid juga mengapresiasi kegiatan Bio Expo, bahkan secara khusus Wahid meminta agar para pengrajin menyadari bahwa peluang usaha yang berbahan lokal sangat besar.
“Saya pernah melihat bahwa hasil dari kerajinan kita ini harganya cukup mahal diluar daerah bahkan bisa mancapai puluhan kali dari harga dipasaran lokal lebih lebih di luar negeri,” katanya.
Lanjutnya,padahal produk yang di buat hanya diberi variasi sedikit bisa meningkatkan nilai jualnya,jadi hendaknya para pengrajin selalu berinovasi dan pandai mengatur waktu, sehingga kalau ada permintaan pasar yang cukup banyak para pengrajin siap melaksanakannya seperti beberapa waktu yang lalu.
“Peran Badan Restorasi Gambut itu sangat penting seharusnya diperkuat bukan sebaliknya mengingat pembangunan tidak hanya di daerah yang Sumber Daya Alam yang melimpah saja,di daerah lahan Gambut pun perlu dilaksanakan bahkan fakta sekarang dimana dimasa pandemi Covid 19 ini banyak daerah daerah yang kewalahan menghadapi pandemi justru daerah kami bisa bertahan,” imbuhnya.
Reporter : Darma Setiawan
Editor : Aditya




















