Mencegah Paham Radikalisme di Sekolah

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Memahami ajaran agama secara tidak ekstrem diperlukan moderasi (tidak radikal) di masyarakat, terutama di lembaga pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan, Aliansyah Mahadi yang didampingi Kabid Agama, DR Zulkifli Musaba pada acara “Internalisasi nilai-nilai Agama dan Budaya di Sekolah dalam Menumbuhkan Moderasi Beragama” di hadapan para guru PAUD, TK, SD/MI dan SMP/MTs di Hotel Dafam Banjarbaru, Jumat (30/10).

Dengan tema “Moderasi dari Sekolah” dengan menghadirkan nara sumber Direktur Pencegahan BNPT melalui Kasi Pengawasan Barang, Faisal Yan Aulia dan Direktur Daulat Bangsa, Sholehuddin M.Pd,

Sambung  Didit nama panggilan Ketua FKPT Kalsel ini, kenapa lembaga pendidikan menjadi sasaran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Pusat dan FKPT karena fenomena baru adalah keterlibatan satu keluarga, termasuk anak-anak dalam aksi terorisme yang terjadi di Surabaya pada 2018 lalu, dengan melakukan aksi bom bunuh diri. Anak-anak yang terlibat nota bene merupakan siswa berusia sekitar 8-18 tahun, yaitu usia sekolah.

BACA JUGA:  Tanggap Darurat Covid-19, Proses Belajar di Rumah Diperpanjang

Bahkan ada temuan mengerikan adalah intoleransi dan bibit radikalisme sudah masuk sekolah.

Pos terkait