Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Arifin Noor menambahkan, pembangunan jembatan gantung Antasan Bromo menggunakan anggaran dari APBD Kota Banjarmasin sebesar Rp 40 miliiar lebih dan pembangunan ditargetkan rampung akhir 2020.
Jembatan gantung itu nantinya diperuntukkan bagi pengendara roda dua, sepeda dan pejalan kaki. Namun, jika dalam keadaan darurat, ambulans maupun mobil pemadam kebakaran dapat melintas di jembatan tersebut.
“Mobil boleh melintas namun khusus dalam keadaan darurat. Tapi, untuk sehari-hari tanpa ada hal darurat dilarang melintasi jembatan itu,” jelasnya.
Pulau Bromo merupakan sebuah kawasan perkampungan di Kelurahan Matuil yang dikelilingi Sungai Barito dan Sungai Martapura. Dari kota Banjamasin, Pulau Bromo berjarak sekitar 3 kilometer. Daratan Pulau Bromo terbentuk dari delta atau endapan di sekitar muara sungai.

Pulau ini juga diketahui memiliki pasir yang bagus, sehingga dapat dipergunakan untuk rancangan bangunan tertentu seperti halnya pembuatan lapangan voli pasir.
Sementara warganya rata-rata bekerja sebagai nelayan atau pengrajin perahu untuk menggerakan roda perekonomian di pulau itu.
Dengan dibukanya akses ke Pulau Bromo diharapkan mampu mengangkat roda perekonomian warga disana, mengingat Pemkot Banjarmasin juga memiliki wacana bahwa pulau itu bisa dijadikan salah satu destinasi wisata di Banjarmasin karena memiliki keunikan tersendiri.
Penulis : Ahmad Yani




















