S Diduga Pelaku Pencurian Sekaligus Penggelapan Dalam Jabatan Akhirnya Ditahan

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Pasangan suami istri (Pasutri) dengan inisial S dan S harus mendekam dirumah tahanan setelah dijemput petugas atas dugaan pencurian sekaligus penggelapan jabatan PT Rahmah Mandiri Mulia.

Melalui Kuasa Hukum PT RMM, Borneo Law Firm, Muhamad Pazri SH MH mengungkapkan tepat tanggal 21 Juli 2020, S ditahan atas dugaan tindak pidana pencurian dan penggelapan yang korbannya berinisial H.

“Setelah satu tahun lebih akhirnya ditemukan cukup bukti, Penyidik Krimum Polda Kalsel Subdit 1 resmi menetapkan S dan S sebagai tersangka dalam perkara pencurian dan penggelapan dalam jabatan yang merugikan perusahaan sebesar sekitar Rp. 3,7 milyar lebih,” bebernya.

Perlu diketahui kedua pelaku juga menjabat sebagai karyawan PT. RMM dan mantan Direktur yang mana tersangka S dan S merupakan suami istri.

BACA JUGA:  14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Lanjutnya, dugaan pencurian dan penggelapan dalam jabatan uang perusahaan PT. Rahmah Mandiri Mulia (RMM) diduga untuk kepentingan pribadi. Uang yang diduga dicuri dan digelapkan melalui pencairan rekening Bank atas nama PT. RMM yang SUDAH DIBLOKIR oleh direksi Perusahaan dan secara system perbankan juga SUDAH TERBLOKIR secara resmi di bank.

“Diketahuinya dugaan pencurian dan penggelapan dikarenakan Klien kami mengecek melalui Internet Banking, ternyata ada penarikan uang dalam jumlah besar pada tanggal 12 April 2019,” ungkapnya.

Adapun uang perusahaan tersebut adalah uang pembayaran hasil pekerjaan yang mana seharusnya digunakan untuk kepentingan perusahaan, mengingat perusahaan masih memiliki banyak sekali kewajiban kepada pihak lain yang harus dibayar.

BACA JUGA:  2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

Penulis : Aditya

Pos terkait