Diakuinya, pada 2015 ada santri mereka yang sempat belajar selama 3 tahun dan kemudian pindah ke pesantren di Pulau Jawa setelah pulang terpapar radikalisme.
Namun hal itu, bukan berarti ponpes ini terkait dan membenarkan tindakan radikalisme dan terorisme.
Sementara itu, Ketua FKPT Kalsel, Aliansyah Mahadi yang didampingi sekretaris FKPT Firmansyah, Kabid Agama H Zulkifli, Kabid Perempuan, Mariatul, Kabid Pemuda, Hafiz dan kabid Media Zainal Helmie menyebutkan kegiatan sosialisasi dan silaturahmi ini salah satu program Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Pusat.
“FKPT merupakan perpanjangan BNPT Pusat,” katanya untuk melakukan komunikasi kepada ulama dan tokoh daerah terkait kasus radikalisme penyerangan Polsek Daha pada 1 Juni 2020 lalu.
RIlis FKPT Kalsel




















