Namun, menurut beliau jika dilakukan sistem daring akan menimbulkan masalah baru, terutama warga yang berpenghasilan rendah, pasalnya akan mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli kuota.
“Nanti akan kita ambil kebijakan dari dana BOS, berdasar petunjuk teknis ada untuk penanganan Covid-19, maksud kita nanti direvisi anggarannya untuk pengadaan kuota bagi siswa. Kita harap jika kondisi belum mendukung dan diperkenankan untuk biaya itu, pembelajaran dilakukan lewat daring saja,” papar bupati.
Bupati juga menyebut, hingga saat ini belum diketahui kapan pandemi akan berakhir, sehingga mau tidak mau akan ada penyesuaian yang diharapkan bisa membawa perubahan prilaku masyarakat. Sehingga kedepan tidak saja terbentuk desa tangguh, tapi lebih luas lagi akan terbentuk masjid tangguh, pasar tangguh, sekolah tangguh hingga keluarga tangguh.
“Langkah-langkah kita kedepan untuk mengarah pada new normal harus dirumuskan dengan baik, karena ada yang menganggap new normal sudah kembali seperti semula padahal bukan seperti itu. Akan kita buat skema supaya ada kesamaan pemahaman,” ujar Sukamta.
Kegiatan ini dihadiri Kapolres Tala, Dandim 1009 Pelaihari, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan, Kemenag, Kepala Dinas Kesehatan, Asisten Bidang Pemerintahan, Kepala BPBD, Kepala Kesbangpol serta Kepala Bagian Tapem.
Penulis : Tony Widodo




















